Kajian Kitab Riyadhus Sholihin

Kajian kitab Riyadhus Sholihin

Oleh : Ustadz Abu Bakar Adni bin Ali Al Habsyi

Hadits ke 214:

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﺤﺎﺭﺛﻲ ﺃَﻥَّ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﻣَﻦْ ﺍﻗْﺘَﻄَﻊَ ﺣَﻖَّ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺑِﻴَﻤِﻴﻨِﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺃَﻭْﺟَﺐَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻨَّﺎﺭَ ﻭَﺣَﺮَّﻡَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﺭَﺟُﻞٌ ﻭَﺇِﻥْ ﻛَﺎﻥَ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻳَﺴِﻴﺮًﺍ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺇِﻥْ ﻗَﻀِﻴﺒًﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺭَﺍﻙٍ

Dari Abu Umamah RA, yaitu Al Haritsi, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka dan mengharamkannya masuk ke dalam surga” Kemudian seseorang bertanya kepada beliau, “Meskipun sumpahnya itu tentang sesuatu yang sederhana ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Meskipun sumpahnya itu hanya berupa dahan dari kayu siwak.

Orang yang Dzolim dengan mengambil Hak orang lain, meskipun hanya sedikit, maka ia pantas untuk dimasukkan ke dalam Neraka apabila ia tidak bertaubat dan mengembalikan Hak tersebut.

Di Akhirat nanti Allah swt akan membalas semua kejahatan yang dilakukan manusia, dan disana nanti tidak akan ada orang yang di Dzolimi oleh Allah swt [diberi hukuman yang sesuai].

Dzolim memiliki arti tidak memberi Hak kepada orang yang ber-Hak. Contoh :
Seorang raja bisa saja tidak memberi hak yang seharusnya diterima oleh prajuritnya, mungkin karena prajurit itu pernah bersalah kepada sang raja atau ia pernah membuat marah sang raja. Demikian ini Dzolim

Dzolim seperti ini tidak mungkin terjadi kepada Allah swt. Allah swt pasti memberikan semua Hak manusia, sebab memberikan Hak seperti itu tidak akan mengurangi kekuasaan Allah swt.

Menerima sesuatu yang bukan Hak kita hukumnya tidak boleh. Seorang pegawai misalnya, apabila ia mendapat bayaran lebih dari orang, maka seharunya kelebihan itu tidak masuk ke dalam kantong nya sendiri, tetapi tetap harus diserahkan kepada bosnya. Insyaalloh dengan begitu, meskipun sulit, ia akan mendapat bayaran/ gaji lebih dari bosnya.

Berpegang dengan Suariat itu memang sulit. Dikatakan berpegang dengan Syariat di Akhir zaman ini sama seperti memegang bara apa, pasti akan dilepaskannya.

[Zean Areev, Base Camp Riyadhul Jannah, Ahad 31 Desember 2017]

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *