Menepuk Pundak Bagi Orang Yang Akan Bermakmum

Menepuk Pundak Bagi Orang Yang Akan Bermakmum

Pertanyaan : Apa hukumnya menyentuh imam yang sedang shalat bagi orang yang akan bermakmum semisal dengan cara menepuk pundak ?

Jawaban :
Hukum menyentuh atau menepuk Imam untuk bermakmum kepadanya adalah boleh (Mubah), tetapi apabila demikian itu akan menyebabkan sang Imam terkejut atau kaget dengan sangat maka hukumnya Haram, dan apabila terkejut atau kagetnya hanya sedikit maka hukumnya Makruh.

Begitu pula apabila demikian itu akan menyebabkan adanya sangkaan dari orang lain bahwa menyentuh imam itu hukumnya Sunnat atau Wajib maka hukumnya Makruh.

Tetapi apabila demikian itu dilakukan setelah adanya keyakinan bahwa tidak akan terkejut, bahkan dapat mengingatkan imam supaya berniat menjadi imam, maka hukum menyentuhnya itu baik (Mustahab).
Alhasil, menyentuh orang yang sedang Shalat ketika hendak bermakmum kepadanya itu Boleh apabila tidak sampai Tasywisy (mengganggu atau mengagetkan), dan apabila sampai Tasywisy maka Tidak boleh. Menepuk pundak bukanlah merupakan keharusan bagi orang yang akan bermakmum.

ﺷﻤﺲ ﺍﻟﻤﻨﻴﺮة ج ١ ص ٣٥٧
ﺗَﺼِﺢُّ ﻟِﻺﻣَﺎﻡِ ﻧِﻴَّﺔُ ﺍﻹﻣَﺎﻣَﺔِ ﻣَﻊَ ﺗَﺤَﺮُّﻣِﻪِ ﺇﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺧَﻠْﻔَﻪُ ﺃﺣَﺪٌ ﺇﻥْ ﻭَﺛَﻖَ ﺑﺎﻟْﺠَﻤَﺎﻋﺔِ ﻋَﻠﻰ ﺍﻷﻭْﺟَﻪِ ﻷﻧَّﻪُ ﺳَﻴَﺼِﻴْﺮُ ﺇﻣَﺎﻣًﺎ ﻓﺈﻥْ ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﻮِ ﻭَﻟَﻮْ ﻟِﻌَﺪَﻡِ ﻋِﻠْﻤِﻪِ ﺑﺎﻟْﻤُﻘْﺘَﺪِﻳْﻦَ ﺣَﺼَﻞَ ﻟِﻠْﻤﺄْﻣُﻮْﻡِ ﻓَﻀِﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟْﺠَﻤﺎﻋَﺔِ ﺩُﻭْﻧَﻪُ ﻭﺍِﻥْ ﻧَﻮَﺍﻫَﺎ ﻓﻰ ﺍﻷﺛْﻨَﺎﺀِ ﺣَﺼَﻞَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻔَﻀْﻞُ ﻣِﻦْ ﺣِﻴْﻨَﺌِﺬٍ ‏( ﻗَﺎﻝ ﺍﻟْﻔَﻘِﻴْﻪُ ﺍﻟْﺤَﺒﻴْﺐُ ﺯَﻳْﻦُ ﺑْﻦُ ﺳِﻤِﻴﻂٍ ﻭﻟِﺬَﻟِﻚَ ﻳَﻨْﺒﻐِﻲ ﻟِﻤَﻦْ ﺃﺭَﺍﺩَ ﺍﻻِﻗْﺘِﺪَﺍﺀِ ﺑﺎﻟْﻤُﻨْﻔَﺮِﺩِ ﺍَﻥْ ﻳُﺸِﻴْﺮَ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﺑﻨَﺤْﻮِ ﺿَﺮْﺏِ ﻛَﺘْﻔِﻪِ ﻟِﻴَﻨْﻮِﻱَ ﺫَﻟﻚ ﺍﻟْﻤُﻨْﻔَﺮِﺩُ ﺍﻹﻣَﺎﻣَﺔَ ﻓَﻴَﺤُﻮْﺯُ ﻓَﻀﻴﻠَﺔَ ﺍﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔ ‏)

ﻣﻮﻫﺒﺔ ﺫﻱ ﺍﻟﻔﻀﻞ ج ٢ ص ٣٩٦
( ﻭﻳﺤﺮﻡ ‏) ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺃﺣﺪ ‏( ﺍﻟﺠﻬﺮ ‏) ﻓﻲ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺧﺎﺭﺟﻬﺎ ‏( ﺇﻥ ﺷﻮﺵ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻩ ‏) ﻣﻦ ﻧﺤﻮ ﻣﺼﻞ ﺃﻭ ﻗﺎﺭﻯﺀ ﺃﻭ ﻧﺎﺋﻢ ﻟﻠﻀﺮﺭ ﻭﻳﺮﺟﻊ ﻟﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﺘﺸﻮﺵ ﻭﻟﻮ ﻓﺎﺳﻘﺎ ﻷﻧﻪ ﻻ ﻳﻌﺮﻑ ﺇﻻ ﻣﻨﻪ ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﻇﺎﻫﺮ ﻟﻜﻦ ﻳﻨﺎﻓﻴﻪ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﻏﻴﺮﻩ ﻓﺈﻧﻪ ﻛﺎﻟﺼﺮﻳﺢ ﻓﻲ ﻋﺪﻣﻬﺎ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﺤﻤﻠﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﺘﺸﻮﻳﺶ (ﻗﻮﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺧﺎﻑ ﺍﻟﺘﺸﻮﻳﺶ) ﺍﻱ ﻭﻣﺎ ﺫﻛﺮﻩ ﺍﻟﻤﺼﻨﻒ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺮﻣﺔ ﻋﻠﻲ ﻣﺎ ﺍﺫﺍ ﺍﺷﺘﺪ ﻭﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻻﻳﻌﺎﺏ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺣﻤﻞ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﻭﺍﻥ ﺍﺫﻯ ﺟﺎﺭﻩ ﻋﻠﻲ ﺍﻳﺬﺍﺀ ﺧﻔﻴﻒ ﻳﺘﺴﺎﻣﺢ ﺑﻪ ﺑﺨﻼﻑ ﺟﻬﺮ ﻳﻌﻄﻠﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻘﺮﺍﺀﺓ ﺑﺎﻟﻜﻠﻴﺔ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺣﺮﻣﺘﻪ

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *