Hukum Mengerjakan Sholat Yang Belum Masuk Waktu Sholat

Pertanyaan : Mau tanya, jikalau misalnya sudah sholat ashar, tapi ternyata belum adzan lalu setelah selesai sholat baru mendengar adzan, apakah sholat yang sudah dilakukan saya tadi sah atau tidak ?? dan sudah termasuk ashar atau belum ?

Jawaban :
Diantara syarat sah nya shalat adalah orang yang shalat harus berkeyakinan atau menduga bahwa waktu shalat telah tiba, serta kenyataan yang terjadi, waktu shalat memang telah masuk.
.
Dari sini maka :
1.  Apabila orang yang yang shalat tidak memiliki keyakinan atau dugaan akan masuknya waktu shalat maka shalat yang dilakukan maka hukumnya tidak sah, meskipun kenyataan yang terjadi, waktu shalat telah masuk.
2.  Apabila orang yang shalat telah berkeyakinan atau menduga bahwa waktu shalat telah masuk, maka shalatnya sah. Akan tetapi :
a. Apabila waktu shalat memang sudah masuk maka shalat tersebut menjadi shalat yang diniatkan.
b. Apabila waktu shalat sudah keluar maka shalat yang dilakukan tersebut menjadi shalat qodho’ dari shalat yang diniatkan.
c. Apabila waktu shalat belum masuk maka shalat yang dilakukan menjadi shalat sunnah. Ia harus mengulangi shalatnya lagi didalam waktunya. Tetapi menurut Imam Al Halabi, shalat yang dilakukan tersebut menjadi shalat qodho’ atas shalat fardhu yang sama yang pernah ditinggalkan sebelumnya.
.
Inti jawaban dari pertanyaan di atas :
1. Apabila ketika s
halat ia belum meyakini atau menduga akan masuknya waktu maka shalatnya tidak sah.
2. Apabila ia telah meyakini atau menduga waktu telah masuk maka shalatnya Sah, tetapi menjadi shalat sunnah, dan menurut Al Halabi menjadi shalat qodho’. Maka ia wajib mengulanginya. Wallohu A’lam.

[Zean Areev]

.
بشرى الكريم ص ٢٨١
نعم؛ قد تنصرف نفلا مطلقا، وذلك كأن ظن دخول وقت فأحرم بفرضه، فبان عدم دخوله، أو صلى ما ظنه عليه، فبان أنه ليس عليه
.
بشرى الكريم ص ١٧٩
وعلم من كلامه حرمة الصلاة، وعدم انعقادها مع الشك في دخول الوقت؛ إذ لابد من دخوله يقينا أو ظنا، وإلا كانت باطلة؛ لأن مبنى العبادة على نفس الأمر وظن المكلف، وإذا اجتهد وظن دخول وقت صلاة وصلاها .. (فإن) تبين له مطابقته للواقع .. فذاك، أو أنها وقعت بعد الوقت .. صحت قضاء، أو لم يتبن له شيء .. مضت صلاته على الصحة ظاهرا، أو (تيقن) وقوع (صلاته قبل الوقت) .. وقعت له نفلا مطلقا؛ لعذرة، ولم تقع له عن الصلاة التي نواها؛ لوقوعها بدون شرطها، وهو الوقت و (وجب قضاؤها) إن علم بعد الوقت في الأظهر، فإن علم في الوقت .. وجب إعادتها فيه إتفاقا.
.
فتح المعين 
ورابعها: معرفة دخول وقت) يقينا أو ظنا فمن صلى بدونها لم تصح صلاته وإن وقعت في الوقت  لان الاعتبار في العبادات بما في ظن المكلف وبما في نفس الامر و في العقود بما في نفس الامر فقط.
.
حاشية اعانة الطالبين ج ١ ص ١٣٥
قوله: وإن وقعت في الوقت) أي وإن اتفق وقوع صلاته في الوقت فلا تصح لتقصيره. قال ح ل: إلا إن كانت عليه فائتة ولم يلاحظ صاحبة الوقت فإنها تصح وتقع عن الفائتة. اه.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *