2 Jamaah Dalam Satu Masjid Dan Tata Cara Masuk Shaf

Pertanyaan : Jika ada 2 jamaah dalam 1 masjid, mana yang kita ikuti ? Dan Jika shaf 1 sudah penuh. Shaf 2 dimulai dari pinggir. Apa kita tetap berdiri di tengah shaf 2 walaupun sendiri, atau ikut mulai dari pinggir?

Jawaban :
Apabila kita mendapati ada 2 Jamaah di Masjid maka yang lebih utama bagi kita untuk diikuti adalah Jamaah yang lebih utama. Misalnya memilih Jamaah yang jumlah Jamaahnya lebih banyak, Imamnya lebih Ahli Fiqih, lebih fasih bacaannya, Imam yang tidak Fasiq dls.

بشرى الكريم ص ٣٢٧
وما كثرت جماعته) في غير ما مر (أفضل) مما قلت؛ لخبر: “وما كان أكثر فهو أحب إلى الله تعالى” (إلا إذا كان إمامها) أي: الجماعة الكثيرة (حنفيا) أو نحوه مما لا يعتقد بوجوب بعض الواجبات وإن علم أنه يأتي بها؛ لأنه يقصد بها النفلية، وهو مبطل عندنا، لكن جوزوا الاقتداء به؛ رعاية لمصلحة الجماعة، واكتفاء بصورتها. (أو فاسقا) أو متهما به (أو مبتدعا) ببدعة لا يكفر بها، كمعتزلي ورافضي ومجسم وجهوي.

Sedangkan bagi Makmum yang mendapati Shof depan telah penuh, maka hendaknya ia mencari Shof-shof yang di depannya yang masih kosong, dan apabila ia menemukan tempat yang kosong maka hendaknya ia masuk ke tempat tersebut. Namun apabila ia tidak menemukan maka hendaknya ia berdiri dibelakang Imam dan menarik Makmum yang di depannya. Imam Nawawi menyebutkan di dalam Minhajut Tholibin :

ويكره وقوف المأموم فردا، بل يدخل الصف إن وجد سعة، وإلا فليجر شخصا بعد الإحرام وليساعده المجرور

Di Makruhkan berdirinya Makmum sendirian, bahkan hendaknya ia masuk ke dalam Shof apabila ia mendapati tempat yang mencukupi, apabila tidak maka ia hendaknya menarik seseorang setelah Takbiratul Ihrom, dan orang yang ditarik hendaknya menolongnya.

Al Hasil, Makmum yang baru datang tersebut hendaknya berdiri di tengah Shof, bukan disebelah kanan atau di sebelah kiri Shof, sebab nantinya ia akan berdiri berduaan dengan Makmum yang ditariknya atau dengan Makmum lain yang datang kemudian. Wallohu A’lam.

[Zean Areev].

فتح المعين ج ٢ ص ٢٨
و) وقوف (رجلين) جاءا معا (أو رجال) قصدوا الاقتداء بمصل (خلفه) صفا

حاشية اعانة الطالبين ج ٢ ص ٢٨
قوله: ووقوف رجلين جاءآ معا) أي وندب وقوف رجلين حضرا ابتداء، أي أو مرتبا. ولو قال ذكرين لكان أولى، لشمولهما الصبيين والرجل والصبي.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *