Bagaimana Cara Bertawassul Dengan Bacaan Surat Yasin

Pertanyaan : Saya ingin bertanya. Bagaimana cara bertawassul dengan bacaan surat Yasin? misalnya memiliki hajat kemudian bertawassul dengan bacaan surah Yasin tadi.

Jawaban :

Hukum tawassul sendiri sebenarnya dianjurkan menurut syariat dengan dalil shareh baik dari Alquran maupun hadits.
Dalam Al-Qur’an kita di perintahkan oleh Alloh SWT mencari wasilah / penghubung (bertawassul) sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi.

يا أيها الذين آمنوا اتقو الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون ( المائدة :٣٥ )

 

” Wahai orang-orang yang beriman bertaqwa lah kalian semua kepada Alloh SWT, dan carilah wasilah menuju kepada-Nya, dan bersungguh-sungguh lah di jalan-Nya, agar supaya kalian beruntung (Al-Maidah 35). Maka bentuk wasilah menuju Alloh SWT sendiri bermacam-macam mulai bertawassul dengan nabi Muhammad SAW sendiri, orang-orang yang dicintai nabi seperti keluarga beliau ataupun keturunan beliau (habaib), orang-orang sholeh, kemudian Amal Sholeh, dll.
Maka bertawassul dengan bacaan surat Yasin adalah termasuk bertawassul dengan amal sholeh. Sedangkan cara bertawassul nya sebagaimana yang telah di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada sahabatnya dan ini berlaku secara umum, yaitu hadits yg telah di riwayatkan oleh imam Tirmidzi dan di sohih kan oleh beliau yang berbunyi.

أن النبي علم شخصا ان يقول : اللهم إني أسألك وأتوسل إليك بنبيك محمد نبي الرحمة، يا محمد إني أتوجه بك إلى ربك فيجلي حاجتي ليقضيها فشفعه في .
(أخرجه الترميذي وصححه)

 

” Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW pernah mengajari seorang sahabat ketika memiliki hajat agar berdoa : Ya Allah!! Sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dan bertawassul kepada-Mu dengan Nabi-Mu Muhammad seorang nabi yang penyayang, Ya Muhammad !! Sesungguhnya aku menjadikanmu wasilah menghadap Tuhanmu, maka mintakanlah hajatku kepada Alloh SWT agar supaya Alloh SWT berkenan mengabulkan hajatku tersebut syafa’atilah aku ”
Ini adalah cara kita bertawassul yang sesuai dengan syariat, maka anda boleh bertawassul dengan mengatakan, semisal ” Ya Alloh !! berkat surat Yasin / berkat Nabi Muhammad / berkat Alquran / berkat orang Sholeh kabulkan lah hajatku / ampuni dosaku / terima amal baik ku ,dan atau lain-lain.
Dan ini semua telah sesuai dengan syariat .
Wallohu a’lam
[A.D]

Nb: dalam bertawassul kita tetap harus meyakini bahwa yang memberikan manfaat tersebut semata-mata hanya Alloh SWT tapi karna berkat orang Atau pun Amal yang dicintai Allah SWT tadi lebih bisa diharapkan untuk di kabulkan.

Referensi :

– عن أنس بن مالك إن عمر بن خطاب كان إذا قطحوا إستسقى بالعباس بن عبد المطلب فقال : اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا فتسقينا، وإنا نتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا !! وقال : فيسقون
( أخرجه البخاري في صحيحه جز ١ ص: ١٣٧ )

– بغيه مسترشدين ص ٢٩٧
أما جعل الوسائط بين العبد وبين ربه فإن كان يدعوهم كما يدعو الله تعلى في الأمور ويعتقد تأثيرهم في شيء من دون الله فهو كفر، وإن كان مراده التوسل بهم إلى الله تعالى في قضاء مهماته مع إعتقاده أن الله هو النافع الضار المؤثر في الأمور فالظاهر عدم كفره وإن كان فعله قبيحا…
التوسل بالأنبياء والأولياء في حياتهم وبعد وفاتهم مباح شرعا كما وردت به السنة الصحيحة__ وأما التوسل بالأنبياء والصالحين فهو أمر محبوب ثابت في الأحاديث الصحيحة وقد أطبقوا طلبه بل ثبت التوسل بالأعمال الصالحة وهي أعراض فبالذوات أولى.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *