Bagaimana Cara Membayar Puasa Ramadhan Dengan Beras

Pertanyaan : Bagaimana cara membayar puasa ramadhan dengan beras.

Jawaban :
Cara membayarnya adalah dengan menyerahkan beras mentah seberat 7 ons kepada orang Fakir atau miskin untuk setiap puasa yang ditinggalkan.

Tapi perlu diketahui juga, bahwa puasa yang bisa gugur dengan sebab membayar Kaffarot ini adalah puasa bagi :
– Orang yang sudah tua yang tidak mampu berpuasa.
– Orang yang terkena penyakit yang dimungkinkan tidak akan ada kesembuhan baginya.

Sedangkan bagi Ibu Hamil atau yang menyusui yang tidak berpuasa karena hawatir kepada anaknya, maka ia tetap wajib meng-Qodho’ puasanya dan membayar Kaffarot untuk setiap puasa sebagaimana cara di atas.

فتح القريب ص ١٤١
والشيخ الهرم) والعجوز والمريض الذي لا يرجى برؤه (إذا عجز) كل منهم (عن الصوم يفطر ويطعم عن كل يوم مدا)، ولا يجوز تعجيل المد قبل رمضان، ويجوز بعد فجر كل يوم.

Orang tua renta, dan orang yang sakit yang tidak diharapkan lagi kesembuhannya, apabila ia tidak mampu berpuasa, maka ia boleh tidak berpuasa dan harus memberi makanan dalam setiap harinya 1 Mud/ 7 ons. Tidak boleh mendahulukan Mud ini sebelum bulan Ramadhan, dan boleh memberikannya setelah Fajar pada setiap harinya.

(والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما) ضررا يلحقهما بالصوم، كضرر المريض (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء، وإن خافتا على أولادهما) أي إسقاط الولد في الحامل وقلة اللبن في المرضع (أفطرتا، و) وجب (عليهما القضاء) للإفطار (والكفارة) أيضا. والكفارة أن يخرج (عن كل يوم مد؛ وهو) كما سبق (رطل وثلث بالعراقي). ويعبر عنه بالبغدادي.

Perempuan hamil dan menyusui apabila tidak berpuasa karena khawatir atas dirinya, dengan bahaya yang disebabkan puasa seperti bahayanya orang yang sakit, maka ia boleh tidak berpuasa dan wajib atasnya meng-Qodho’nya saja. Dan apabila ia hawatir atas anaknya, yaitu gugurnya anak bagi yang hamil atau sedikitnya ASI bagi yang menyususi, maka ia boleh tidak berpuasa dan Wajib meng-Qodho dan membayar Kaffarot, dan Kaffarot ini dikeluarkan untuk setiap kali tidak puasa.

[Zean Areev]

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *