Bagaimana Hukum Meng Aqiqahi Orang Tua Yang Belum Sempat Aqiqah

Pertanyaan : Seandainya orang tua belum Aqiqah dan orang tua masih hidup, terus anaknya mampu dan membelikan orang tuanya kambing untuk Aqiqah, itu bagaimana hukum Aqiqahnya ?

Jawaban :
Hukum meng-Aqiqohi orang tua yang sudah meninggal dunia adalah sama dengan hukum ber-Qurban untuknya, yaitu diperinci :
A. Apabila ada Wasiat darinya maka hukumnya Sah.
B. Apabila tidak ada Wasiat darinya maka hukumnya tidak Sah / tidak boleh, sebab kita tidak boleh melakukan Ibadah yang menjadi tanggungan orang lain / Aqiqoh tanpa ada Izin darinya. Yang diperbolehkan disini adalah kita menyembelih hewan kemudian disedekahkan yang pahalanya atas orang tua yang telah meninggal. Wallahu a’lam. [Zean Areev]

حاشية القليوبي ج ٤ ص ٢٥٧
قَوْلُهُ : ( وَسِنُّهَا إلَخْ ) أَيْ وَهِيَ كَاْلأُضْحِيَّةِ فِي سِنِّهَا وَسَلاَمَتِهَا وَاْلإِهْدَاءِ وَالتَّصَدُّقِ وَقَدْرِ الْوَاجِبِ وَجِنْسِهِ وَوُجُوبِهَا بِالنَّذْرِ أَوْ الْجُعْلِ وَاعْتِبَارِ اْلأَفْضَلِ مِنْهَا قَدْرًا وَجِنْسًا وَمُشَارَكَةً وَلَوْنًا وَجَوَازِ الادِّخَارِ مِنْ غَيْرِ الْوَاجِبَةِ , وَوُجُوبِ التَّصَدُّقِ بِجَمِيعِ الْوَاجِبَةِ وَجَوَازِ أَكْلِ وَلَدِهَا وَشُرْبِ فَاضِلِ لَبَنِهَا وَعَدَمِ صِحَّةِ نَحْوِ الْبَيْعِ وَلَوْ لِجِلْدِهَا وَغَيْرِ ذَلِكَ. نَعَمْ لاَ يَجِبُ التَّصَدُّقُ بِجُزْءٍ مِنْهَا نِيئًا وَيَجُوزُ بَيْعُ الْغَنِيِّ مَا أُهْدِيَ لَهُ مِنْهَا قَالَهُ شَيْخُنَا اهـ

الموسوعات الفقهية ج ٣٠ ص ٢٧٧-٢٧٨
ﺫﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻌﻘﻴﻘﺔ ﺗﻄﻠﺐ ﻣﻦ ﺍﻷﺻﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻠﺰﻣﻪ ﻧﻔﻘﺔ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ ﺑﺘﻘﺪﻳﺮ ﻓﻘﺮﻩ، ﻓﻴﺆﺩﻳﻬﺎ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﻧﻔﺴﻪ ﻻ ﻣﻦ ﻣﺎﻝ ﺍﻟﻤﻮﻟﻮﺩ، ﻭﻻ ﻳﻔﻌﻠﻬﺎ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻠﺰﻣﻪ ﺍﻟﻨﻔﻘﺔ ﺇﻻ ﺑﺈﺫﻥ ﻣﻦ ﺗﻠﺰﻣﻪ

فتح الوهاب ج ٢ ص ٣٣٠
ﻭﻻ ﺗﻀﺤﻴﺔ ﻻﺣﺪ ﻋﻦ ﺁﺧﺮ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻧﻪ ﻭﻟﻮ ‏) ﻛﺎﻥ ‏( ﻣﻴﺘﺎ ‏) ﻛﺴﺎﺋﺮ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺍﺕ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺃﺫﻥ ﻟﻪ ﻛﺎﻟﺰﻛﺎﺓ . ﻭﺻﻮﺭﺗﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺃﻥ ﻳﻮﺻﻲ ﺑﻬﺎ، ﻭﺍﺳﺘﺜﻨﻰ ﻣﻦ ﺍﻋﺘﺒﺎﺭ ﺍﻻﺫﻥ ﺫﺑﺢ ﺃﺟﻨﺒﻲ ﻣﻌﻴﻨﺔ ﺑﺎﻟﻨﺬﺭ ﺑﻐﻴﺮ ﺇﺫﻥ ﺍﻟﻨﺎﺫﺭ، ﻓﻴﺼﺢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺸﻬﻮﺭ ﻭﻳﻔﺮﻕ ﺻﺎﺣﺒﻬﺎ ﻟﺤﻤﻬﺎ، ﻻﻥ ﺫﺑﺤﻬﺎ ﻻ ﻳﻔﺘﻘﺮ ﺇﻟﻰ ﻧﻴﺔ ﻛﻤﺎ ﻣﺮ

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

One thought on “Bagaimana Hukum Meng Aqiqahi Orang Tua Yang Belum Sempat Aqiqah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *