Definisi Riba Dan Contoh Kriterianya

Pertanyaan : Mau tanya kriteria riba itu seperti apa, tolong diterangkan secara mendetail

Jawaban :
Dalam literatur Ilmu Fiqih, ada 4 Jenis riba yang diharamkan didalam Syari’at. 3 diantaranya terjadi didalam Transaksi jual beli benda Ribawi yang meliputi emas, perak dan makanan, yaitu Riba Fadl, Riba Yad dan Riba Nasa’. Sedangkan yang satu terjadi di dalam masalah hutang-piutang, yaitu Riba Qordl.

• Riba Fadl, ada kelebihan pada benda yang di perjual belikan :
Riba ini terjadi dalah penjualan benda Ribawai ketika dibeli dengan dibayar dengan benda yang sama, misalnya menjual emas dibeli dengan emas, maka disini diharuskan sama ukurannya antara emas yang dijual dengan emas yang dibayarkan. Apabila ada kelebihan pada dalah satunya, maka akan terjadi Riba Fadl.

• Riba Nasa’, ada tempo dalam penyerahan barang yang diperjual belikan :
Riba ini hanya terjadi dalam transaksi jual beli emas dengan perak dan makanan dengan makanan yang lain. Dalam penjualan tersebut diharuskan menyerahkan seketika barang yang dijual dan barang yang dijadikan pembayaran. Maka apabila ada tempo di dalam menyerahkan salah satunya maka akan terjadi Riba Nasa’.

• Riba Yad, serah terima barang sebelum berpisah.
Riba ini hanya terjadi dalam transaksi jual beli emas dengan perak dan makanan dengan makanan yang lain. Dalam penjualan tersebut diharuskan adanya serah terima barang yang diperjual belikan di dalam tempat akad, maka apabila salah satu dari barang yang diperjual belikan tidak diserahkan di tempat akad maka akan terjadi Riba Yad.

• Riba Qord, riba hutang piutang
Riba ini hanya terjadi dalam transaksi hutang piutang, yaitu ketika dalam hutang piutang terdapat Syarat berupa orang yang berhutang harus memberikan manfaat kepada orang yang menghutanginya, misalnya harus membayar lebih atau manfaat lainnya. Praktek riba seperti ini disebut Riba Qordl.

[Zean Areev]

 

فتح المعين
وحرم ربا) مر بيانه قربيا، وهو أنواع: ربا فضل، بأن يزيد أحد العوضين، ومنه ربا القرض: بأن يشترط فيه ما فيه نفع للمقرض، وربا يد: بأن يفارق أحدهما مجلس العقد قبل التقابض، وربا نساء: بأن يشترط أجل في أحد العوضين، وكلها مجمع عليها، ثم العوضان أن اتفقا جنسا: اشترط ثلاثة شروط، تقدمت، أو علة: وهي الطعم والنقدية، اشترط شرطان، تقدما.

إحياء علوم الدين ج ٣ ص ٢٦
قوله: ومنه ربا القرض) أي ومن ربا الفضل: ربا القرض، وهو كل قرض جر نفعا للمقرض، غير نحو رهن.
لكن لا يحرم عندنا إلا إذا شرط في عقده، كما يؤخذ من تصويره الآتي، ولا يختص بالربويات، بل يجري في غيرها، كالحيوانات والعروض -.
وإنما كان ربا القرض من ربا الفضل، مع أنه ليس من الباب لأنه لما شرط فيه نفعا للمقرض، كان بمنزلة أنه باع ما أقرضه بما يزيد عليه من جنسه، فهو منه حكما. وقيل إنه قسم مستقل.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *