Hukum Memasukan Sesuatu Ke Telinga

Pertanyaan : Misal kita puasa tiba tiba ada binatang masuk dalam lubang telinga, terus kita memasukkan sesuatu (cuttonbut yg kita beri minyak atau air) untuk mengeluarkan binatang tersebut (semut misalnya), kira kira batal nggak puasanya ?

Jawaban:
Termasuk salah satu yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke celah yang terbuka yang menuju jauf (lambung dan otak). Ketika seseorang memasukan cuttonbut ke telinga maka puasanya di hukumi batal.

[Ali Assegaf]

المفطر السادس : وصول عين من منفذ مفتوح إلى الجوف.- إلى أن قال- وكل المنافذ مفتوحة في مذهب الإمام الشافعي إلا العين. وكذالك الأذن عند الإمام الغزالي.

التقريرات السديدة 452

 

Penanya yang budiman di dalam puasa ada beberapa perkara yang tidak sampai membatalkan puasa meskipun benda itu masuk ke dalam rongga tubuh diantaranya seperti lalat terbang masuk ke rongga tubuh. Adapun mengeluarkan binatang tersebut dari rongga tubuh misal nyamuk atau semut masuk ke telinga kemudian dikeluarkan dengan memasukkan sesuatu ke dalam telinga maka hal tersebut dapat membatalkan puasa. Sebagaimana yang disebutkan oleh Sayyid Ahmad bin Umar assyathiri dalam kitab nailu roja’ syarah safinatun naja

السابع منها: ما وصل إليه وكان ذبابا طائرا أو نحوه كبعوض وإن فتح فاه عمدا لأجل دخوله فإن أخرجه عمدا …أفطر ويجوز له ذلك إن خاف ضررا
(نيل الرجاء ص ٢٩١)

Yang ke tujuh dari perkara yang tidak membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam rongga tubuh baik berupa lalat yang terbang atau semisalnya seperti nyamuk, meskipun ia membuka mulut secara sengaja supaya lalat itu masuk ke mulutnya, maka apabila ia mengeluarkan secara sengaja lalat yang masuk mulutnya itu maka batallah puasanya dan diperbolehkan baginya untuk melakukan hal tersebut jika ia takut akan adanya bahaya yang ditimbulkan adanya hewan di dalam tubuhnya. Wallohu a’lam
[Ali Mustofa bin Saiful Hadi]

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *