Tentang Pembagian Warisan Dan Wasiat

Pertanyaan : Ayah saya meninggal, dan meninggalkan ibu tiri saya, 1 Abang saya, Saya (laki2) dan 1 adik perempuan saya (anak = 2 laki2, dan 1 perempuan). Ibu kandung saya sudah bercerai dengan Ayah saya. Saya sendiri memiliki istri 1 dan 1 anak laki-laki. Bagaimana pembagian warisan yang ditinggalkan oleh Ayah saya menurut agama ? Dan

A. Bagaimana dampaknya jika tidak melaksanakannya (terkait pembagian warisan tersebut di atas) ?

B. Apa syarat sahnya wasiat?

Terima kasih.

Jawaban :

Masalah ini, karena Ahli Warisnya hanya 4 orang, dan asal masalahnya adalah 8 yang di ambil dari bagiannya Istri. Maka

Istrinya Mayyit mendapat ⅛ dari total harta warisan.

Sisanya tinggal 7/8 untuk anak laki-laki dan perempuan yang memiliki bagian Ashobah/ sisa. Caranya, sisa warisannya dibagi 3. 2 bagian milik anak laki-laki (berdua), dan 1 bagian milik anak perempuan.

عمدة السالك ص ١٩١
الزوجةُ: فلها الربُعُ مع عدمِ الولدِ، أوْ ولدِ ابنٍ وارثٍ، ولها الثُّمُنُ مع الولدِ، أو ولدِ الابنِ. وللزوجتينِ والثلاثِ والأربعِ ما للواحدةِ منَ الربعِ والثمنِ.

عمدة السالك ص ١٩٦
فصلٌ في العصباتِ:
والعصبةُ منْ يأخذُ جميعَ المالِ إذا انفردَ، أو ما يفضُلُ عنْ صاحبِ الفرْضِ إذا اجتمعَ معهُ، فإنْ لمْ يفضُلْ عنْ صاحبِ الفَرْضِ شيءٌ سقطتِ العَصَباتُ. وأقربُ العصباتِ: الابنُ، ثمَّ ابنُ الابنِ وإنْ سفلَ، ثمَّ الأبُ، ثمَّ الجدُّ وإن علا. والأخُ للأبوينِ، ثمَّ للأبِ، ثمَّ ابنُ الأخِ للأبوينِ، ثمَّ ابنُ الأخِ للأبِ، ثمَّ العمُّ، ثمَّ ابنهُ وإنْ سفلَ، ثمَّ عمُّ الأبِ، ثمَّ ابنُهُ، وهكذا.

 

Apabila kita tidak mengikuti aturan Ilmu Faro’idh yang ditetapkan maka akan terjadi sebagian Ahli Waris memakan/ mengambil Hak Ahli Waris yang lain tanpa ada adanya kerelaan darinya. Allah swt ber-firman :

ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻤُﺆْﻣِﻦٍ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﺆْﻣِﻨَﺔٍ ﺇِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺃَﻣْﺮًﺍ ﺃَﻥ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺨِﻴَﺮَﺓُ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮِﻫِﻢْ ﻭَﻣَﻦ ﻳَﻌْﺺِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُ ﻓَﻘَﺪْ ﺿَﻞَّ ﺿَﻠَﺎﻟًﺎ ﻣُّﺒِﻴﻨًﺎ

Artinya : “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al Ahzab : 36)

Akan tetapi dalam masalah warisan, Ahli waris boleh-boleh saja membagikan Warisan dengan rata / tidak mengikuti aturan ilmu Faro’idh / Warisan apabila :
• Semua Ahli Waris sama-sama merelakan.
• Diantara Ahli Waris tidak ada yang Mahjur Alaih / anak kecil, yang gila. Apabila ada maka hendaknya disisihkan terlebih dahulu bagiannya yang sesuai Syariat sebelum membaginya dengan rata.
• Semua Ahli Waris telah mengetahui bagian warisannya yang sesuai Syari’at, sebelum mereka merelakannya untuk dibagikan sama rata/ tidak sesuai Syari’at.

ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ﺹ ٢٨١
ﻭﺇﻥ ﻭﻗﻌﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻑ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﺑﻐﻴﺮ ﺗﺮﺍﺽ ﺑﻞ ﺑﻘﻬﺮ ﺃﻭ ﺣﻜﻢ ﺣﺎﻛﻢ ﻓﺒﺎﻃﻠﺔ ﺇﻓﺮﺍﺯﺍ ﺃﻭ ﺗﻌﺪﻳﻼ ﺃﻭ ﺭﺩﺍ ﻷﻧﻬﺎ ﻣﻬﻘﻮﺭ ﻋﻠﻴﻬﺎ … ﻭ ﺇﻥ ﻭﻗﻌﺖ ﺑﺘﺮﺍﺿﻴﻬﻢ ﻭﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﻣﺤﺠﻮﺭ ﻣﻊ ﻋﻠﻤﻬﻤﺎ ﺑﺎﻟﺤﻜﻢ ﻟﻜﻦ ﺇﺧﺘﺎﺭﺍ ﺧﻼﻓﻪ ﺻﺤﺖ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﺮﺑﻮﻱ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻭ ﻓﻴﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻧﺖ ﺍﻟﻘﺴﻤﺔ ﺇﻓﺮﺍﺯﺍ ﻷﻥ ﺍﻟﺮﺑﺎ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺘﺼﻮﺭ ﺟﺮﻳﺎﻧﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻮﺩ ﺩﻭﻥ ﻏﻴﺮﻫﺎ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺛﻢ ﻣﺤﺠﻮﺭ ﻓﺈﻥ ﺣﺼﻞ ﻟﻪ ﺟﻤﻴﻊ ﺣﻘﻪ ﺻﺤﺖ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ .

حاشية ﺍﻟﺸﺮﻭﺍﻧﻲ ج ١٠ ص ٢٠٨
ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻤﺘﻦ ﺃﺷﺘﺮﻁ ﺍﻟﺮﺿﺎ ﺍﻟﺦ ﻭﻇﺎﻫﺮ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻛﻞ ﻣﻨﻬﻤﺎ ﻣﺎ ﺻﺎﺭ ﺇﻟﻴﻪ ﻗﺒﻞ ﺭﺿﺎﻩ .

Batasan dalam Wasiat diantaranya :
A. Orang yang berwasiat :
• Harus Baligh, berakal, kehendak sendiri/ tidak dipaksa dan merdeka.

Orang yang beri Wasiat :
• Apabila Ahli warisnya sendiri maka tidak Sah kecuali apabila Ahli Waris yang lain mengizini.
• Apabila bukan Ahli Warisnya sendiri maka boleh selama tidak lebih dari ⅓ harta nya Mayyit. Apabila lebih maka lebihnya menunggu Izin/ krelaan Ahli Waris.

Imam Abi Syuja’ menyatakan :

 وتجوز الوصية بالمعلوم والمجهول وبالموجود والمعدوم

Boleh berwasiat dengan sesuatu yang diketahui dan sesuatu yang tidak dikethui, dengan sesuatu yang ada dan yang tidak ada.

وهي من الثلث فإن زاد وقف على إجازة الورثة ولا تجوز الوصية لوارث إلا أن يجيزها باقي الورثة

Wasiat dari ⅓, maka apabila lebih maka dihentikan menunggu atas persetujuan atas kebolehan dari Ahli Waris. Tidak boleh Wasiat kepada Ahli Waris kecuali apabila Ahli Waris yang lain mengizini.

وتصح الوصية من كل بالغ عاقل لكل متمَلِّك

Wasiat itu Sah dari setiap orang yang Baligh, berakal, kepada orang yang bisa memiliki.

[Zean Areev]

فتح المعين : باب الوصية
باب في الوصية هي لغة الايصال: من وصى الشئ بكذا وصله به، لان الموصي وصل خير دنياه بخير عقباه. وشرعا تبرع بحق مضاف لما بعد الموت. وهي سنة مؤكدة إجماعا….
و) تصح (لوارث) للموصي (مع إجازة) بقية (ورثته) بعد موت الموصي وإن كانت الوصية ببعض الثلث ولا أثر لاجازتهم في حياة الموصي: إذ لا
حق لهم حينئذ، والحيلة في أخذه من غير توقف على إجازة أن يوصي لفلان بألف: أي وهو ثلثه فأقل إن تبرع لولده بخمسمائة، أو بألفين كما هو ظاهر….
(لا) تصح الوصية (في زائد على ثلث في) وصية وقعت في (مرض مخوف) لتولد الموت عن جنسه كثيرا (إن رده وارث) خاص مطلق التصرف، لانه حقه، فإن كان غير مطلق التصرف – فإن توقعت أهليته عن قرب: وقف إليها، وإلا بطلت، ولو أجار بعض الورثة فقط: صح في قدر حصته من الزائد وإن أجاز الوارث الاهل فإجازته تنفيذ للوصية بالزائد ..

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *