Apakah Istimsya’ dan Muballaghoh Dapat Membatalkan Puasa?

Pertanyaan: Apakah itu istinsya’ dan menyangatkan (muballaghoh) di dalam berkumur? Yang mana hal-hal tersebut dimakruhkan ketika dikerjakan di siang hari pada bulan puasa Ramadhan?

Jawaban :

Penanya yang budiman, arti dari المضمضة (madhmadhoh/ berkumur), الإستنشاق (istinsyaq/ memasukkan air ke hidung). Keduanya hukumnya sunnah dilakukan ketika seseorang berwudhu baik untuk orang berpuasa maupun yang tidak puasa. Adapun menyangatkan di dalam berkumur dan memasukkan air itu juga disunahkan bagi orang yang tidak dalam keadaan berpuasa, dan hal tersebut dihukumi makruh apabila seseorang dalam keadaan berpuasa karena jika ada air yang tertelan secara tidak sengaja berakibat bisa batal puasanya. Wallahu a’lam

.للوضوء سنن منها التسمية_والمضمضة والإستنشاق_فرع : يستحب المبالغة في المضمة والإستنشاق لغير الصائم وأما الصائم فقيل يحرم في حقه قاله القاضي أبو الطيب وقيل يكره قاله البندنيجي وغيره وقيل تركها مستحب قاله ابن الصباغ والله أعلم. كفاية الأخيار ١/٢٣-٢٢وخرج بالمفطر الصائم ولو متنفلا فلا تسن له المبالغة فيهما بل تكره. الشرقاوي ١/٥٦

Wudhu memiliki beberapa sunah diantaranya: membaca basmalah, berkumur, memasukkan air ke hidung. Disunahkan bagi selain orang yang berpuasa untuk mubalaghoh (menyangatkan) dalam berkumur dan memasukkan air ke hidung sedangkan orang yang berpuasa diperinci:

1. Menurut imam al Qodhi Abutiib hukumnya haram
2. Menurut imam al Bandaniijiy dan yang lain hukumnya makruh
3, menurut imam Ibnu Shobbah hukum meninggalkan mubalaghoh adalah sunah. Wallohu a’lam

Walaupun seseorang berpuasa sunah maka tetap tidak disunahkan mubalaghoh bahkan makruh melakukan hal tersebut.

والقاعدة: أن ما سبق لجوفه من غير مأمور به يفطر به, أو من مأمور به ولو مندوبا لم يفطر به
(بشرى الكريم ص ٥٥٣)

Kaidah: sesuatu yang melewati ke rongga tubuh dari perkara yang tidak diperintahkan (dianjurkan) maka hal tersebut bisa membatalkan puasa, atau dari sesuatu yang diperintahkan (dianjurkan) meskipun perintah sunah maka hal tersebut tidak membatalkan puasa.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *