Bolehkah Seorang Wanita Melakukan Suntik KB Ketika Sedang Berpuasa?

Pertanyaan: Bolehkah seseorang wanita melakukan suntik KB dengan tujuan menjarangkan kehamilan ketika berpuasa?

Jawaban :

  1. Menurut fatwa Syaikh Al Qomath, seperti dinukil dalam kitab “ Talkhisul Murod Fi Fatawi Ibnu Ziyad “ diperbolehkan bagi wanita untuk menggunakan obat pencegah haid.
  2. Syaikh Husain Ibrahim Al Maghrobi, seorang Mufti Madzhab Maliki di Mekah dalam fatwa beliau yang termuat dalam kitab “ Qurrotul ‘Ain Bi Fatawi Ulama’ Al Haromain “ menegaskan bahwa penggunaan obat untuk mencegah datangnya haid atau meminimalisir haid adalah boleh selama tidak menyebabkan terputusnya keturunan (tidak bisa hamil). Kalau obat tersebut sampai menyebabkan terputusnya keturunan maka haram dikonsumsi.
  3. Darul Ifta’ Al Mishriyah (MUI-nya Mesir) Dalam fatwa nomor 1225, tanggal 05/09/2007 yang dikeluarkan tentang “ Hukum mengkonsumsi pil anti haid selama bulan Ramadhan “ menjelaskan sebagai berikut :

“ Adapun mengkonsumsi pil anti haid guna menunda siklus haid hingga setelah Ramadhan agar seorang wanita dapat berpuasa selama bulan Ramadhan tanpa terputus, maka hal itu diperbolehkan dalam Syari’at dan puasanya sah. Seorang wanita boleh melakukan hal ini dengan Syarat mendapatkan izin dari dokter yang menyatakan bahwa penggunaan pil anti haid tersebut tidak membahayakan kesehatannya, baik cepat atau lambat. Jika dokter menyatakan bahwa mengkonsumsi pil anti haid tersebut dapat membahayakan kesehatannya, maka hal itu diharamkan . Dalam kaidah syari’at ditegaskan, “ La Dhororo Wa La Dhiroro “ ( Tidak boleh merugikan diri sendiri dan tidak boleh merugikan orang lain ). Selain itu, menjaga kesehatan tubuh adalah salah satu dari tujuan utama Syari’at Islam. Meskipun demikian, penyerahan diri dan ketundukan seorang muslimah kepada kehendak dan takdir Allah swt yang memberikan kondisi haid padanya dan mewajibkannya tidak berpuasa ketika itu adalah lebih baik dan lebih berpahala “.

4. . Dalam kitab “ Al Fiqhu Alal Madzahib Al ‘Arba’ah “ juga dijelaskan bahwa penggunaan pil anti haid tersebut diharamkan jika memang membahayakan. Namun jika seorang wanita menggunakan pil tersebut lalu haidnya berhenti, maka masa terhentinya haid karena obat tersebut dianggap “ masa suci “.

Dari keterangan diatas dapat disimpulkan sebagai berikut :

Penggunaan obat anti haid bagi perempuan yang bertujuan menunda siklus haid, agar wanita tersebut dapat puasa sebulan lebih hukumnya haram jika memang obat tersebut membahayakan bagi dirinya atau menyebabkan tidak bisa hamil lagi. Sedangkan apabila tidak terdapat bahaya dalam penggunaannya hukumya khilaf :

  • Menurut Syekh Husain Ibrohim Al Maghrobi, hukumnya makruh ( Madzhab Maliki )
  • Menurut Syekh Al Qomath, hukumya boleh ( Madzhab Syafi’i)
  • Menurt fatwa Darul Ifta’ Al Mishriyah, hukumnya boleh, namun lebih baik tidak dikonsumsi.

 

NB :

Lebih baik suntik KB dilakukan sebelum Ramadhan, jangan dilakukan ketika sedang berpuasa, sebab hukum suntik sendiri di kalangan para Ulama’ masih diperselisihkan, ada yang menyatakan dapat membatalkan puasa (haram dilakukan jika tidak ada darurat), dan ada yang mengatakan suntik tidak membatalkan puasa.

كنز الراغبين ج ١ ص ٢٨٥
ﻭﻟﻮ ﺃﻭﺻﻞ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻟﺠﺮﺍﺣﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺴﺎﻕ ﺇﻟﻰ ﺩﺍﺧﻞ ﺍﻟﻠﺤﻢ , ﺃﻭ ﻏﺮﺯ ﻓﻴﻪ ﺳﻜﻴﻨﺎ ﻭﺻﻠﺖ ﻣﺨﻪ ﻟﻢ ﻳﻔﻄﺮ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﺠﻮﻑ.

التقريرات السديدة ص ٤٥٢
 ﺣﻜﻢ ﺍﻹﺑﺮﺓ : ﺗﺠﻮﺯ ﻟﻠﻀﺮﻭﺭﺓ, ﻭﻟﻜﻦ ﺍﺧﺘﻠﻔﻮﺍ ﻓﻲ ﺇﺑﻄﺎﻟﻬﺎ ﻟﻠﺼﻮﻡ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻗﻮﺍﻝ ﻓﻔﻲ ﻗﻮﻝ : ﺇﻧﻬﺎ ﺗﺒﻄﻞ ﻣﻄﻠﻘﺎ, ﻷﻧﻬﺎ ﻭﺻﻠﺖ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻮﻑ ﻭﻓﻲ ﻗﻮﻝ : ﺇﻧﻬﺎ ﻻ ﺗﺒﻄﻞ ﻣﻄﻠﻘﺎ, ﻷﻧﻬﺎ ﻭﺻﻠﺖ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻮﻑ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﻣﻨﻔﺬ ﻣﻔﺘﻮﺡ ﻭﻗﻮﻝ ﻓﻴﻪ ﺗﻔﺼﻴﻞ – ﻭﻫﻮ ﺍﻷﺻﺢ- :ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻣﻐﺬﻳﺔ ﻓﺘﺒﻄﻞ ﺍﻟﺼﻮﻡ, ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻧﺖ ﻏﻴﺮ ﻣﻐﺬﻳﺔ, ﻓﻨﻨﻈﺮ : ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﺍﻟﻤﺠﻮﻓﺔ – ﻭﻫﻲ ﺍﻷﻭﺭﺩﺓ- : ﻓﺘﺒﻄﻞ, ﻭﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻀﻞ –ﻭﻫﻲ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺠﻮﻓﺔ- : ﻓﻼ ﺗﺒﻄﻞ.
 
شرخ الياقوت النفيس ص ٤٦٦-٤٦٧
 ﺣﻜﻢ ﺍﻹﺑﺮﺓ : ﺃﻣﺎ ﺣﻜﻢ ﺍﻹﺑﺮﺓ ﻗﺎﻟﻮﺍ, ﺇﻥ ﺍﻹﺑﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺤﻘﻦ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻤﺮﻳﺾ, ﺗﻤﺮ ﺑﺎﻟﻌﺮﻭﺽ ﻭﺗﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻮﻑ ﻓﺘﻔﺴﺪ ﺍﻟﺼﻮﻡ. ﻟﻜﻦ ﻗﺎﻝ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﻛﻠﻤﺎ ﻳﺪﺫﻝ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﺴﻢ ﻣﻦ ﻣﻨﻔﺬ ﻏﻴﺮ ﻃﺒﻴﻌﻲ, ﺇﻧﻪ ﻻ ﻳﺒﻄﻞ ﺑﻪ ﺍﻟﺼﻮﻡ. ﻟﻜﻦ ﺭﺩ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ﺍﻻﺧﺮ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻄﻌﻨﺔ ﺇﺫﺍ ﻭﺻﻠﺖ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺒﻄﻦ, ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻳﺒﻄﻞ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻭﻗﺎﺳﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺍﻹﺑﺮﺓ . ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻜﻴﺮ ﺇﻧﻬﺎ ﻻ ﺗﻔﻄﺮ. ﻟﻜﻦ ﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻛﻞ ﺇﺑﺮﺓ ﺗﺨﺘﻠﻂ ﺑﺎﻟﺪﻡ, ﺳﻮﺍﺀ ﻛﺎﻧﺖ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﺭﻳﺪ ﺃﻭ ﺗﺤﺖ ﺍﻟﺠﻠﺪ. ﻭﺍﻹﺑﺮﺓ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﻘﻦ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺮﻕ ﻗﺪ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻐﺬﻳﺔ ﺗﺮﻭﻱ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺗﺸﻴﻴﻊ ﺍﻟﺠﻴﻌﺎﻥ. ﻭﺑﻘﻴﺔ ﺍﻹﺑﺮ ﺗﺤﻤﻠﻬﺎ ﺍﻟﺪﻭﺭﺓ ﺍﻟﺪﻣﻮﻳﺔ ﺇﻟﻰ ﺷﺮﺍﻳﻴﻦ ﺍﻟﺠﻮﻑ, ﻭﻻ ﺗﺼﻞ ﺇﻟﻰ ﺗﺠﻮﻳﻒ ﺍﻟﺠﻮﻑ. ﻓﺎﻹﺑﺮﺓ ﺍﻟﻤﻐﺬﻳﺔ ﺗﻔﻄﺮ ﺑﺎﻹﺟﻤﺎﻉ, ﻭﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﻐﺬﻳﺔ ﺍﺧﺘﻠﻮﺍ ﻓﻴﻬﺎ, ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻥ ﻳﺤﺘﺎﻁ. ﻓﺈﻥ ﺍﺿﻄﺮ ﺇﻟﻰ ﺣﻘﻦ ﺇﺑﺮﺓ ﻧﻬﺎﺭﺍ ﻭﻫﻮ ﺻﺎﺋﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﻘﻀﻰ. ﻷﻥ ﻛﻞ ﻣﺎ ﻭﺻﻞ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺠﻮﻑ ﻣﻦ ﻣﻨﻔﺬ ﻣﻔﺘﻮﺡ ﺧﻠﻘﻴﺎ, ﺃﻭ ﺑﻔﻌﻞ ﻓﺎﻋﻞ, ﻳﻔﻄﺮ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ. ﻭﻫﻨﺎﻙ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻳﻦ ﻟﻬﻢ ﺭﺳﺎﺋﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﺿﻮﻉ. ﻭﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﻟﻬﻢ ﻛﻼﻡ. ﻭﻟﻜﻦ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﻘﺎﻡ ﻣﺎ ﻣﻌﻨﺎ ﺇﻻ ﻛﻼﻡ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻧﻌﺘﻤﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻊ ﺍﺣﺘﺮﺍﻣﻨﺎ ﻟﻸﻃﺒﺎﺀ.


تلخيص المراد في فتاوي ابن زياد ص 247
ﻭَﻓﻰ ﻓَﺘَﺎﻭﻯ ﺍﻟﻘﻤﺎﻁ ﻣﺎﺣﺎﺻﻠﻪ ﺟﻮﺍﺯُ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻟﻤﻨﻊ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﺍﻫـ

قرة العين بفتاوي علما الحرمين ص 30
ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻌﻤﻠﺖ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺩﻭﺍﺀ ﻟﺮﻓﻊ ﺩﻡ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﺃﻭ ﺗﻘﻠﻴﻠﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﺮﻩ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻠﺰﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﻨﺴﻞ ﺃﻭ ﻗﻠﺘﻪ ﻭﺇﻻ ﺣﺮﻡ . ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺨﺮﺷﻲ

فتاوي دار الافتا المصرية رقم 1225
ﺣﻜﻢ ﺗﻨﺎﻭﻝ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻘﺎﻗﻴﺮ ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺪﻭﺭﺓ ﺍﻟﺸﻬﺮﻳﺔ ﻟﻴﺘﺴﻨﻰ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ
ﻭﺭﺩ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻴﺪﺓ ﻑ . ﺭ . ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺮﺃﺓ ﺗﻨﺎﻭﻝ ﺍﻟﻌﻘﺎﻗﻴﺮ ﻟﻤﻨﻊ ﻧﺰﻭﻝ ﺍﻟﺪﻭﺭﺓ ﺍﻟﺸﻬﺮﻳﺔ ﻟﻴﺘﺴﻨﻰ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ ﻓﻲ ﺭﻣﻀﺎﻥ ؟
ﺍﻟﺠﻮﺍﺏ : ﺃﻣﺎﻧﺔ ﺍﻟﻔﺘﻮﻯ – ﺍﻟﻰ ﺃﻥ ﻗﺎﻝ –
ﺃﻣﺎ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﺍﻟﻌﻘﺎﻗﻴﺮ ﺍﻟﺘﻰ ﺗﺆﺧﺮ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﻰ ﺗﺘﻴﺢ ﻟﻠﻨﺴﺎﺀ ﺇﺗﻤﺎﻡ ﺍﻟﺸﻬﺮ ﻛﻠﻪ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻧﻘﻄﺎﻉ ﻓﻼ ﻣﺎﻧﻊ ﻣﻨﻪ ﺷﺮﻋﺎً، ﻭﻳﺼﺢ ﻣﻨﻬﺎ ﺍﻟﺼﻮﻡ، ﻭﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺍﻟﻠﺠﻮﺀ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺳﻴﻠﺔ ﺑﺸﺮﻁ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺭ ﺍﻷﻃﺒﺎﺀ ﺃﻥ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻝ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺤﺒﻮﺏ ﻻ ﻳﺘﺮﺗﺐ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺎ ﻳﻀﺮ ﺑﺼﺤﺔ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﺎﺟﻼً ﺃﻭ ﺁﺟﻼً، ﻓﺈﻥ ﺗﺮﺗﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﺳﺘﻌﻤﺎﻟﻬﺎ ﺿﺮﺭ ﻓﻬﻰ ﺣﺮﺍﻡ ﺷﺮﻋﺎ , ﻷﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻘﺮﺭ ﺷﺮﻋﺎ ﺃﻧﻪ ﻻ ﺿﺮﺭ ﻭﻻ ﺿﺮﺍﺭ , ﻭﺣﻔﻆ ﺍﻟﺼﺤﺔ ﻣﻘﺼﺪ ﺿﺮﻭﺭﻱ ﻣﻦ ﻣﻘﺎﺻﺪ ﺍﻟﺸﺮﻳﻌﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ , ﻭﻣﻊ ﺃﻥ ﺍﺳﺘﺨﺪﺍﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺳﻴﻠﺔ ﺟﺎﺋﺰ ﺷﺮﻋﺎ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻭﻗﻮﻑ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﺔ ﻣﻊ ﻣﺮﺍﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺧﻀﻮﻋﻬﺎ ﻟﻤﺎ ﻗﺪﺭﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻭﻭﺟﻮﺏ ﺍﻹﻓﻄﺎﺭ ﺃﺛﻨﺎﺀﻩ ﺃﺛﻮﺏ ﻟﻬﺎ ﻭﺃﻋﻈﻢ ﺃﺟﺮﺍ

الفقه علي المذاهب الاربعة ج 1 ص 115
ﺃﻣﺎ ﺃﻥ ﺗﺼﻮﻡ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﺑﺴﺒﺐ ﺩﻭﺍﺀ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻣﻮﻋﺪﻩ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻋﻨﺪﻫﻢ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺴﻤﻰ ﺣﻴﻀﺎً، ﻭﻻ ﺗﻨﻘﻀﻲ ﺑﻪ ﻋﺪﺗﻬﺎ ﻭﻫﺬﺍ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻌﻤﻠﺖ ﺩﻭﺍﺀ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﺑﻪ ﺍﻟﺤﻴﺾ ﻓﻲ ﻏﻴﺮ ﻭﻗﺘﻪ ﺍﻟﻤﻌﺘﺎﺩ، ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻌﺘﺒﺮ ﻃﻬﺮﺍً، ﻭﻳﺘﻨﻘﻀﻲ ﺑﻪ ﺍﻟﻌﺪﺓ، ﻋﻠﻰ ﺃﻧﻪ ﻻ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺮﺃﺓ ﺃﻥ ﺗﻤﻨﻊ ﺣﻴﻀﻬﺎ، ﺃﻭ ﺗﺴﺘﻌﺠﻞ ﺇﻧﺰﺍﻟﻪ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻳﻀﺮ ﺻﺤﺘﻬﺎ، ﻷﻥ ﺍﻟﻤﺤﺎﻓﻈﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺤﺔ ﻭﺍﺟﺒﺔ


(Hasil Bahtsul Masail Tim Kupas Tuntas Masalah Agama Tafaqquh Surakarta, Bab Puasa, pada Selasa, 15 Sya’ban 1439 H/ 01 Mei 2017 M, bertempat di Masjid Al Ma’rifat Grogol, Sukoharjo)

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *