Hukum Anggota Tubuh Tidak Bisa Kering Total yang Terkena Najis

Pertanyaan: Assalaamu’alaikum warochmatullohi wabarokaatuh. Ustadz telapak tangan saya itu sering seperti bintik-bintik sangat kecil basah, tapi jika saya lap (bersihkan) pakai tisu, itu tisunya tidak basah. Saya lap ke kain baju pun sama, gak basah atau sama sekali tidak ada bercak basah padahal jika dilihat dibawah sinar itu pasti ada bintik-bintik kecil basahan. Jadi telapak tangan saya itu seakan tidak bisa benar-benar kering, sekering-keringnya pasti jika dilihat di bawah sinar kelihatan bintik-bintik kecil basahan. Jika tangan saya bersentuhan dengan benda yang terkena najis apakah telapak tangan saya terlular najis? Sedangkan telapak tangan saya memang tidak bisa kering total. Bagaimana?

Jawaban :

Benda suci yang bersentuhan dengan Najis memang bisa dihukumi Najis apabila keduanya sama- sama basah, atau salah satunya yang basah.

Dalam masalah yang disebutkan di atas, apakah tangan tersebut dihukumi basah atau tidak?

Dalam kitab Syarh Kanzud Daqo’iq (Madzhab Hanafi), kami temukan batasan basah dalam bab Najis, yaitu ketika ada bekas basah yang menempel pada salah satu dari benda yang bersetuhan dari benda yang basah.

Maka kalau dilihat dari keterangan ini, tangan tersebut tidak menjadi Najis sebab tangan tersebut tidak dianggap basah. Sebab meskipun tangan tersebut sepertinya basah, akan tetapi tidak dapat dihukumi basah, sebab tidak ada bekas basah yang menempel pada Najisnya. Wallohu A’lam. (Zean Areev)

ﺗﺒﻴﻴﻦ ﺍﻟﺤﻘﺎﺋﻖ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﻛﻨﺰ ﺍﻟﺪﻗﺎﺋﻖ ج ٦ ﺹ ٢١٩
ﻗﺎﻝ – ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ – ‏( ﻟﻒ ﺛﻮﺏ ﻧﺠﺲ ﺭﻃﺐ ﻓﻲ ﺛﻮﺏ ﻃﺎﻫﺮ ﻳﺎﺑﺲ ﻓﻈﻬﺮﺕ ﺭﻃﻮﺑﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﺛﻮﺏ ﻃﺎﻫﺮ ﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﺴﻴﻞ ﻟﻮ ﻋﺼﺮ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ‏) ﻷﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻟﻢ ﻳﺘﻘﺎﻃﺮ ﻣﻨﻪ ﺑﺎﻟﻌﺼﺮ ﻻ ﻳﻨﻔﺼﻞ ﻣﻨﻪ ﺷﻲﺀ، ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺒﺘﻞ ﻣﺎ ﻳﺠﺎﻭﺭﻩ ﺑﺎﻟﻨﺪﺍﻭﺓ، ﻭﺑﺬﻟﻚ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺑﻪ، ﻭﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﺮﻏﻴﻨﺎﻧﻲ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻴﺎﺑﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﻷﻧﻪ ﻳﺄﺧﺬ ﺑﻠﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺠﺲ ﺍﻟﺮﻃﺐ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻴﺎﺑﺲ ﻫﻮ ﺍﻟﻨﺠﺲ ﻭﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﺍﻟﺮﻃﺐ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﻷﻥ ﺍﻟﻴﺎﺑﺲ ﺍﻟﻨﺠﺲ ﻳﺄﺧﺬ ﺑﻠﻼ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ، ﻭﻻ ﻳﺄﺧﺬ ﺍﻟﺮﻃﺐ ﻣﻦ ﺍﻟﻴﺎﺑﺲ ﺷﻴﺌﺎ، ﻭﻳﺤﻤﻞ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻣﺮﺍﺩﻩ ﻓﻴﻤﺎ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺮﻃﺐ ﻳﻨﻔﺼﻞ ﻣﻨﻪ ﺷﻲﺀ، ﻭﻓﻲ ﻟﻔﻈﻪ ﺇﺷﺎﺭﺓ ﺇﻟﻴﻪ ﺣﻴﺚ ﻧﺺ ﻋﻠﻰ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﺒﻠﺔ، ﻭﻋﻠﻰ ﻫﺬﺍ ﺇﺫﺍ ﻧﺸﺮ ﺍﻟﺜﻮﺏ ﺍﻟﻤﺒﻠﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺣﺒﻞ ﻧﺠﺲ، ﻭﻫﻮ ﻳﺎﺑﺲ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺍﻟﺜﻮﺏ ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻌﻨﻰ، ﻭﻗﺎﻝ ﻗﺎﺿﻴﺨﺎﻥ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﺍﻩ ﺇﺫﺍ ﻧﺎﻡ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻋﻠﻰ ﻓﺮﺍﺵ ﻓﺄﺻﺎﺑﻪ ﻣﻨﻲ ﻭﻳﺒﺲ ﻭﻋﺮﻕ ﺍﻟﺮﺟﻞ، ﻭﺍﺑﺘﻞ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ ﻣﻦ ﻋﺮﻗﻪ ﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﻟﻪ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﺒﻠﻞ ﻓﻲ ﺑﺪﻧﻪ ﻻ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺟﺴﺪﻩ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﺮﻕ ﻛﺜﻴﺮﺍ ﺣﺘﻰ ﺍﺑﺘﻞ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ ﺛﻢ ﺃﺻﺎﺏ ﺑﻠﻞ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ ﺟﺴﺪﻩ، ﻭﻇﻬﺮ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻲ ﺟﺴﺪﻩ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺑﺪﻧﻪ،

ﺍﻟﻤﻮﺳﻮﻋﺔ ﺍﻟﻔﻘﻬﻴﺔ ﺍﻟﻜﻮﻳﺘﻴﺔ 72/8
ﻣﺎ ﺗﻼﻗﻴﻪ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ
ﺃ – ﺗﻼﻗﻲ ﺍﻟﺠﺎﻓﻴﻦ ﺃﻭ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﺍﻟﺠﺎﻑ ﺑﺎﻟﻨﺠﺲ ﺍﻟﻤﺎﺋﻊ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺒﺘﻞ ﻭﻋﻜﺴﻪ
– ﻣﺎ ﺗﻼﻗﻴﻪ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ
ﺃ – ﺗﻼﻗﻲ ﺍﻟﺠﺎﻓﻴﻦ ﺃﻭ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﺍﻟﺠﺎﻑ ﺑﺎﻟﻨﺠﺲ ﺍﻟﻤﺎﺋﻊ ﺃﻭ ﺍﻟﻤﺒﺘﻞ ﻭﻋﻜﺴﻪ
35 – ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﻨﻔﻴﺔ ﻟﻮ ﺍﺑﺘﻞ ﻓﺮﺍﺵ ﺃﻭ ﺗﺮﺍﺏ ﻧﺠﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﻋﺮﻕ ﻧﺎﺋﻢ ﺃﻭ ﺑﻠﻞ ﻗﺪﻡ ﻭﻇﻬﺮ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺪﻥ ﻭﺍﻟﻘﺪﻡ ﺗﻨﺠﺴﺎ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ ، ﻛﻤﺎ ﻻ ﻳﻨﺠﺲ ﺛﻮﺏ ﺟﺎﻑ ﻃﺎﻫﺮ ﻟﻒ ﻓﻲ ﺛﻮﺏ ﻧﺠﺲ ﺭﻃﺐ ﻻ ﻳﻨﻌﺼﺮ ﺍﻟﺮﻃﺐ ﻟﻮ ﻋﺼﺮ ، ﻭﻻ ﻳﻨﺠﺲ ﺛﻮﺏ ﺭﻃﺐ ﺑﻨﺸﺮﻩ ﻋﻠﻰ ﺃﺭﺽ ﻧﺠﺴﺔ ﻳﺎﺑﺴﺔ ﻓﺘﻨﺪﺕ ﻣﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﺛﺮﻫﺎ ﻓﻴﻪ ، ﻭﻻ ﺑﺮﻳﺢ ﻫﺒﺖ ﻋﻠﻰ ﻧﺠﺎﺳﺔ ﻓﺄﺻﺎﺑﺖ ﺍﻟﺜﻮﺏ ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻈﻬﺮ ﺃﺛﺮﻫﺎ ﻓﻴﻪ ﺃﻱ ﺍﻟﺜﻮﺏ ، ﻭﻗﻴﻞ ﻳﻨﺠﺲ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺒﻠﻮﻻ ﻻﺗﺼﺎﻟﻬﺎ ﺑﻪ . ﻭﻟﻮ ﺧﺮﺝ ﻣﻨﻪ ﺭﻳﺢ ﻭﻣﻘﻌﺪﺗﻪ ﻣﺒﻠﻮﻟﺔ ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ ﻃﻬﺎﺭﺓ ﺍﻟﺮﻳﺢ ﺍﻟﺨﺎﺭﺟﺔ ﻓﻼ ﺗﻨﺠﺲ ﺍﻟﺜﻴﺎﺏ ﺍﻟﻤﺒﺘﻠﺔ .
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻴﺔ ﻟﻮ ﺯﺍﻝ ﻋﻴﻦ ﺍﻟﻨﺠﺎﺳﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺤﻞ ﺑﻐﻴﺮ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﻠﻖ ﻣﻦ ﻣﻀﺎﻑ ﻭﺑﻘﻲ ﺑﻠﻠﻪ ، ﻓﻼﻗﻰ ﺟﺎﻓﺎ ، ﺃﻭ ﺟﻒ ﻭﻻﻗﻰ ﻣﺒﻠﻮﻻ ﻟﻢ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﻣﻼﻗﻲ ﻣﺤﻠﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ، ﺇﺫ ﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﺇﻻ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﻫﻮ ﻻ ﻳﻨﺘﻘﻞ ، ﻭﻣﻘﺎﺑﻞ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺃﻥ ﺍﻟﻤﻀﺎﻑ ﻗﺪ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺑﻤﺠﺮﺩ ﺍﻟﻤﻼﻗﺎﺓ ﻓﺎﻟﺒﺎﻗﻲ ﻧﺠﺲ ، ﻭﻣﻘﺘﻀﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻪ ﺇﺫﺍ ﻻﻗﻰ ﺍﻟﻤﺤﻞ ﺍﻟﻤﺒﻠﻮﻝ ﺟﺎﻓﺎ ، ﺃﻭ ﻻﻗﻰ ﺍﻟﻤﺤﻞ ﺍﻟﺠﺎﻑ ﺷﻲﺀ ﻣﺒﻠﻮﻝ ﺃﻧﻪ ﻳﺘﻨﺠﺲ ﺑﻤﺠﺮﺩ ﺍﻟﻤﻼﻗﺎﺓ .
ﻭﺫﻫﺐ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﻋﻴﺎﻥ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮﺓ ﺇﺫﺍ ﻻﻗﺎﻫﺎ ﺷﻲﺀ ﻧﺠﺴﺮ ﻭﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﺭﻃﺐ ﻭﺍﻵﺧﺮ ﻳﺎﺑﺲ ﻓﻴﻨﺠﺲ ﺍﻟﻄﺎﻫﺮ ﺑﻤﻼﻗﺎﺗﻬﺎ

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *