Hukum Menggunakan Cat Tembok yang Terkena Najis

Pertanyaan: Assalamualaikum wr wb. Afwan mau bertanya, jika cat tembok terkena najis sebelum digunakan (dalam keadaan cair) dan digunakan ke tembok, apakah temboknya jadi najis? Terimakasih sebelumnya, Wassalamualaikum wr wb.

Jawaban:

Penanya yang budiman mungkin perkara cat tembok yang kecampuran najis maka setelah cat kering bisa disamakan permasalahan batu bata yang dicampuri kotoran hewan.

 بنى المسجد بالاجر المعجون بالزبل و فرشت ارض المسجد به عفي عنه فتجوز الصلاة عليه و المشى عليه و لو مع رطوبة الرجل

Apabila sebuah masjid dibangun dengan batu merah yang bahan dasarnya bercampur dengan kotoran hewan, kemudian lantai masjid dipasangi dengan batu tersebut, maka dima’fu dan diperbolehkan melakukan sholat dan berjalan di atasnya meskipun kaki dalam keadaan basah. [ Nihayatu Zain hal.8 ].

وهل يجوز بيع الطوب المعجون بالزبل إذا أحرق وبناء المساجد به وفرش أرضها به ويصلى عليه بلا حائل وإذا اتصل به شيء من بدن المصلي أو ملبوسه في شيء من صلاته هل تصح صلاته أو لا أفتونا مأجورين أثابكم الله الجنة فأجاب بما صورته الحمد لله نعم الخزف وهو الذي يؤخذ من الطين ويضاف إليه السرجين مما عمت به البلوى فيحكم بطهارته وطهارة ما وضع فيه من ماء أو مائع لأن المشقة تجلب التيسير ….وأما الآجر المعجون بالسرجين ونحوه فيجوز بيعه وبناء المساجد به وفرش أرضها به وتصح الصلاة عليه بلا حائل

Artinya: Bolehkah menjual batu bata yang diadon dengan kotoran binatang bila dibakar? Bolehkah digunakan membangun masjid? Dijadikan lantai masjid? Dikerjakan shalat di atasnya dengan tanpa penghalang (semacam sajadah)? Bila bertemu dengan badan, pakaian orang shalat apakah sah shalatnya ?

Jawaban : Tembikar yang dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran saat membuatnya maka dihukumi suci…. Sedang batu bata yang dicampur dengan kotoran hewan dan sejenisnya maka boleh menjualnya dan boleh pula membangun masjid dengannya, menjadikannya alas masjid serta sah shalat di atasnya meski tanpa memakai kain penghalang. [ Hasyiyah al-Jamal alaa al-Manhaj I/555 ].

وقال القاضي بطهور المصبوح بالنجس أي مطلقا (بغية المرترشدين ص ١٧.

Qodli berpendapat tentang sucinya barang yang dicetak bercampur najis secara mutlaq

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *