Kriteria Muntah yang Tidak Membatalkan Puasa

Pertanyaan: Orang yang sakit asma sehingga dia muntah, apakah ini termasuk muntah yang disengaja atau tidak disengaja dan bagaimana dengan puasanya?

Jawaban:

Penanya yang budiman, apabila muntah tadi disebabkan karena sebab sudah tidak bisa ditahan untuk muntah (غلبة) sebagaimana yang terjadi ketika seseorang tidak bisa menahan batuk kemudian saat batuk, ia juga muntah maka hukum puasanya tidak batal.

Referensi:

١. بشرى الكريم ص ٥٤٩
ولا يضر تقيؤه بغير إختياره … أما لو نزلت بنفسها أو بغلبة نحو سعال فلفظها فلا يفطر قطعا.

Dan tidaklah membahayakan puasa adanya muntahan yang tidak ada unsur kesengajaan… adapun kalau muntahan itu turun (keluar) dengan sendirinya atau sebab sudah tidak tertahan seperti batuk kemudian mengeluarkan munta maka hal tersebut tidak membatalkan puasa. Wallohu a’lam.

٢. إعانة الطالبين ج ٢ ص ٢٢٧-٢٢٨
.واستقاءة أى اسبتدعاء قيئ وإن لم يعد منه شيئ لجوفه بأن تقيأ منكسا أو عاد بغير اختياره فهو مفطر لعينه أما إذا غلبه ولم يعد منه أو من ريقه المتنجس به شيئ إلى جوفه بعد وصوله لحد الظاهر أو عاد بغير اختياره فلا يفطر به.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *