Muallaf Bersyahadat di Siang Hari Ramadhan, Wajibkah Berpuasa?

Pertanyaan: Ada seorang muallaf yang mengucapkan dua kalimat syahadatnya ketika siang hari di bulan Ramadhan. Apakah muallaf tersebut langsung diwajibkan untuk berpuasa pada hari tersebut?

Jawaban:

Penanya yang budimana perlu diketahui bahwa orang non muslim tidak terkena kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan ketika hidup di dunia meskipun kelak di akhirat dihukum karena meninggalkan puasa di bulan Ramadhan. Akan tetapi apabila ada seorang non muslim masuk Islam misal di siang hari bulan Ramadhan maka ia tidak wajib berpuasa di siang hari tersebut tetapi disunahkan untuk imsak saja sebab orang non muslim tersebut sebelumnya adalah orang yang tidak terkena kewajiban berpuasa. Sebagaimana di sebutkan oleh syeikh Sa’id di dalam kitab Busyrol Karim:

(أستحب) لهم (الإمساك) كمن طهرت من حيضها, ومن أفاق أو أسلم أثناء النهار لحرمة الوقت وإنما لم يجب لأن الفطر مباح لهم ظاهرا وباطنا.

Disunahkan bagi mereka untuk imsak seperti wanita haid yang telah suci dari haidnya, orang yang telah sadar atau orang masuk Islam di waktu siang bulan Ramadhan karena melihat kemulian waktu itu, hanya saja tidak wajib puasa karena berbuka bagi mereka hukumnya mubah baik secara lahir dan batin.

وزوال العذر بعد الترخص لا يؤثر, بخلاف المتعدي بفطره وتارك النية ومن أفطر أول يوم من رمضان قبل تبينه؛ لأنهم غير مباح لهم الفطر ظاهرا وباطنا, بل لازم الصوم لهم باطنا وظاهرا إلا فيمن أفطر أول يوم من رمضان… فباطنا فقط, فلما أفطر بظنه تبين خطؤه .., وجب عليه الإمساك.

Hilang penghalang setelah terjadinya rukhshoh maka tidaklah berpengaruh, berbeda bagi orang yang sengaja berbuka puasa, orang meninggalkan niat puasa dan orang yang berbuka di hari pertama dari bulan Ramadhan, karena mereka bukanlah orang-orang yang diperbolehkan berbuka baik secara dhohir maupun batin bahkan diharuskan berpuasa baik secara dhohir dan batin kecuali bagi orang yang berbuka di hari pertama di bulan Ramadhan kewajibannya secara batin saja, maka ketika seseorang berbuka berdasarkan sangkaan belaka ternyata keliru setelah dipastikan maka wajib baginya untuk imsak.

والحاصل: أن من جاز الفطر له ظاهرا وباطنا لا يجب عليه الإمساك بل يسن, ومن حرم عليه ظاهرا وباطنا أو باطنا فقط وجب عليه الإمساك.

Walhasil: sesungguhnya barangsiapa yang boleh baginya berbuka secara dhohir dan batin maka tidak wajib baginya imsak tetapi sunah imsak, dan barang siapa haram baginya berbuka secara dhohir dan batin atau secara batin saja maka wajib baginya imsak.

(بشرى الكريم بشرح المقدمة الحضرمية ص ٥٦١)

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *