Mengapa Manusia Diperiksa Di Dalam Kubur

Semua Manusia Diperiksa Amal Perbuatannya
Pertanyaan : Mengapa manusia diperiksa di dalam kubur dan di mahsyar padahal semuanya telah diketahui oleh Allah Ta’ala?

Jawaban:
Wajib kita meyakini dan mengimani bahwa Allah SWT itu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana dan Maha Adil sebagaimana yang ditunjukkan oleh Asmaauhul Husnaa: Al-‘Aliimu, Al-Hakamu, Al-’Adlu. Di dunia inipun berlaku demikian, di dalam setiap negara hukum biasanya ada pengadilan yaitu tempat di mana rakyat yang berbuat suatu kesalahan pasti disidang disana. Sebetulnya si hakim sudah bisa memutuskan akan salah benarnya seseorang berdasarkan hukum yang ada dan kadar hukuman yang di putuskan dengan tuduhan-tuduhan yang berdasarkan bukti-bukti. Kemudian adanya pembelaan-pembelaan yang di ajukan di meja pengadilan dan lain sebagainya. Tetapi tidak urung hal tersebut tetap diadili dengan cara mengadakan sidang yang disaksikan oleh banyak orang, dengan dibacakan tuduhan-tuduhannya, kemudian dilakukan pemeriksaan kembali mengenai identitas terdakwa dan sebagainya sebagaimana yang lazim berlaku di sidang pengadilan. Hal ini semua dilakukan demi keadilan, supaya yang terdakwa tidak jadi penasaran dan bertanda tanya karena ia tidak mengetahui akan kesalahan-kesalahan yang dilakukannya.
Dengan perbandingan inilah, keadaan kita tidak ada bedanya kelak di akherat. Memang tiada suatu perkara pun yang tersembunyi bagi Allah, semuanya nyata dan tampak jelas bagi Allah SWT. Tetapi hal tersebut membuat penasaran bagi terdakwa, karena si terdakwa tidak mendengar dan menyaksikan pertimbangan-pertimbangan yang menjadi dasar untuk mengadili dirinya. Jadi proses pengadilan di akhrirat kelak merupakan bukti keadilan Allah SWT.
Urusan ghoib jangan diqiyaskan dengan urusan yang dzohir, artinya urusan akhirat jangan disamakan sama sekali dengan urusan dunia.
Mungkin kita sempat membayangkan, betapa repotnya Mahkamah dalam mengurus dan mengadili makhluq yang jumlahnya tidak sedikit. Tetapi perlu anda ingat bahwa dunia adalah dunia dan akhirat adalah akhirat. Cara dunia bukanlah cara akhirat dan cara akhirat bukanlah cara dunia. Cara Tuhan bukan cara manusia, sebagaimana cara manusia bukan cara Tuhan. Saya ambilkan contoh: Berapa lama waktu yang anda butuhkan untuk menempuh perjalanan dari Solo menuju ke Jakarta? Jawabnya tergantung dengan cara apa anda pergi. Kalau berjalan kaki mungkin membutuhkan waktu tempuh berhari-hari, kalau naik bus atau kereta api mungkin dapat ditempuh beberapa jam saja, dan kalau naik pesawat terbang hanya memerlukan waktu 55 menit saja. Nah begitulah di akhirat jangka waktu pemeriksaan di akhirat bagi tiap orang mukmin mungkin hanya selama 2 menit saja, atau sekadar orang sholat 2 roka’at, dimana mungkin bisa berlaku untuk orang lain beratus-ratus tahun, sebagai adzab atas mereka yang diperiksa dan di hisab. Menurut hadits-hadits yang shohih, pemeriksaan dalam kubur oleh Malaikat Munkar dan Nakir, dan di mahsyar nanti oleh Allah SWT sendiri. Dialah Allah bertajallil Jamaal (menampakkan senyuman keindahan Nya) kepada para auliya’ dan hamba-hamba-Nya yang beriman. dan Dialah Allah bertajallil jalaal ( menampakkan keagungan atas Wibawa-Nya ) kepada mereka yang durhaka kepada-Nya dan orang-orang yang ingkar .

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *