Bagaimana Dengan Uang Hasil Kerja Di Bank Yang Syariah

Pertanyaan : Bagaimana dengan uang hasil kerja di bank yang syariah ? Apakah itu masuk dalam uang kategori pengahasilan uang riba atau gimana ?

( Bahresi, Tangerang )

Jawaban :
Bekerja di bank hukumnya makruh, sebab bekerja di bank hukumnya sama denga bermu’amalah dengan orang yang hartanya bercampur antara yang haram dan yang halal.

Dalam kitab I’anah disebutkan :

ﻳﻜﺮﻩ ﺍﻻﺧﺬ ﻣﻤﻦ ﺑﻴﺪﻩ ﺣﻼﻝ ﻭﺣﺮﺍﻡ – ﻛﺎﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﺋﺰ . ﻭﺗﺨﺘﻠﻒ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﺸﺒﻬﺔ ﻭﻛﺜﺮﺗﻬﺎ، ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﺇﻻ ﺇﻥ ﺗﻴﻘﻦ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ . ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ : ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻻﺧﺬ ﻣﻤﻦ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎﻟﻪ ﺣﺮﺍﻡ ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻌﺎﻣﻠﺘﻪ : ﺷﺎﺫ

Makruh mengambil sesuatu (termasuk gaji) dari orang yang berpenghasilan halal dan haram, seperti halnya raja yang lalim. Kemakruhan ini berbeda beda menurut banyak dan sedikitnya barang syubhat (keadaan yang samar tentang kehalalan atau keharaman dari sesuatu) yang mencampurinya, walaupun makruh namun tidak sampai haram.Terkecuali apabila diyakini (gaji itu) berasal dari penghasilan haram maka haram hukumnya menerima. Sedangkan perkataan Al-Ghozali yang berupa “haram mengambil sesuatu serta bermuamalah dengan orang yang kebanyakan hartanya berasal dari barang haram” adalah pendapat yang syadz.

Alhasil : bekerja dan gaji bank adalah :

A. Haram, apabila ia mengetahui dengan yakin bahwa upah yang diterima dari bank tersebut adalah hasil riba.

B. Makruh apabila ia ragu-ragu apakah gaji yang ia dapat berasal dari hasil riba ataukah dari penghasilan lain yang halal. (Apabila ada pekerjaan yang lain, itu lebih selamat)

Hukum halal dan haram / riba dan tidak riba dalam sebuah transaksi tidak bisa dilihat dan diukur dari status (bank) syari’at atau bukan syari’at, tetapi ditentukan oleh setiap transaksi yang terjadi apakah sesuai syari’at atau tidak. [Zean Areev]

حاشة القليوبي ج٤ ص ٢٦٣
ﻓَﺮْﻉٌ : ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺮُﻡُ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞُ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﻤُﻌَﺎﻣَﻠَﺔُ ﻭَﻟَﺎ ﺃَﺧْﺬُ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻬَﺪِﻳَّﺔِ ﻣِﻤَّﻦْ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﺇﻟَّﺎ ﻣِﻤَّﺎ ﻋُﻠِﻢَ ﺣُﺮْﻣَﺘُﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺨْﻔَﻰ ﺍﻟْﻮَﺭَﻉُ

ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﺎﺝ ﻓﻲ ﺷﺮﺡ ﺍﻟﻤﻨﻬﺎﺝ ﺝ ٤١ ﺹ ٢٧٥
‏( ﻓَﺮْﻉٌ ‏) ﻳُﺴَﻦُّ ﻟِﻠْﺈِﻧْﺴَﺎﻥِ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺤَﺮَّﻯ ﻓِﻲ ﻣُﺆْﻧَﺔِ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻣُﻤَﻮِّﻧِﻪِ ﻣَﺎ ﺃَﻣْﻜَﻨَﻪُ ﻓَﺈِﻥْ ﻋَﺠَﺰَ ﻓَﻔِﻲ ﻣُﺆْﻧَﺔِ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺮُﻡُ ﻣُﻌَﺎﻣَﻠَﺔُ ﻣَﻦْ ﺃَﻛْﺜَﺮُ ﻣَﺎﻟِﻪِ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﻭَﻟَﺎ ﺍﻟْﺄَﻛْﻞُ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺻَﺤَّﺤَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺠْﻤُﻮﻉِ ﻭَﺃَﻧْﻜَﺮَ ﻗَﻮْﻝَ ﺍﻟْﻐَﺰَﺍﻟِﻲِّ ﺑِﺎﻟْﺤُﺮْﻣَﺔِ ﻣَﻊَ ﺃَﻧَّﻪُ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻓِﻲ ﺷَﺮْﺡِ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ‏( ﻗَﻮْﻟُﻪُ : ﻳُﺴَﻦُّ ﻟِﻠْﺈِﻧْﺴَﺎﻥِ ﺇﻟَﺦْ ‏) ﻋِﺒَﺎﺭَﺓُ ﺍﻟْﻤُﻐْﻨِﻲ ﻗَﺎﻝَ ﻓِﻲ ﺍﻟﺬَّﺧَﺎﺋِﺮِ ﺇﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﻓِﻲ ﻳَﺪِﻩِ ﺣَﻠَﺎﻝٌ ﻭَﺣَﺮَﺍﻡٌ ﺃَﻭْ ﺷُﺒْﻬَﺔٌ ﻭَﺍﻟْﻜُﻞُّ ﻟَﺎ ﻳَﻔْﻀُﻞُ ﻋَﻦْ ﺣَﺎﺟَﺘِﻪِ ﻗَﺎﻝَ ﺑَﻌْﺾُ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﻳَﺨُﺺُّ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﺑِﺎﻟْﺤَﻠَﺎﻝِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﺘَّﺒِﻌَﺔَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓِﻲ ﻧَﻔْﺴِﻪِ ﺁﻛَﺪُ ؛ ﻟِﺄَﻧَّﻪُ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻪُ ﻭَﺍﻟْﻌِﻴَﺎﻝُ ﻟَﺎ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻪُ ﺛُﻢَّ ﻗَﺎﻝَ ﻭَﺍَﻟَّﺬِﻱ ﻳَﺠِﻲﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤَﺬْﻫَﺐِ ، ﺃَﻧَّﻪُ ﻭَﺃَﻫْﻠُﻪُ ﺳَﻮَﺍﺀٌ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻘُﻮﺕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠْﺒَﺲِ ﺩُﻭﻥَ ﺳَﺎﺋِﺮِ ﺍﻟْﻤُﺆَﻥِ ﻣِﻦْ ﺃُﺟْﺮَﺓِ ﺣَﻤَّﺎﻡٍ ﻭَﻗِﺼَﺎﺭَﺓِ ﺛَﻮْﺏٍ ﻭَﻋِﻤَﺎﺭَﺓِ ﻣَﻨْﺰِﻝٍ ﻭَﻓَﺤْﻢِ ﺗَﻨُّﻮﺭٍ ﻭَﺷِﺮَﺍﺀِ ﺣَﻄَﺐٍ ﻭَﺩُﻫْﻦِ ﺳِﺮَﺍﺝٍ ﻭَﻏَﻴْﺮِﻫَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻤُﺆَﻥِ ﺍ ﻫـ . ‏( ﻗَﻮْﻟُﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤْﺮُﻡُ ﺇﻟَﺦْ ‏) ﻋِﺒَﺎﺭَﺓُ ﺍﻟْﻤُﻐْﻨِﻲ ﻭَﻟَﻮْ ﻏَﻠَﺐَ ﺍﻟْﺤَﺮَﺍﻡُ ﻓِﻲ ﻳَﺪِ ﺍﻟﺴُّﻠْﻄَﺎﻥِ ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻐَﺰَﺍﻟِﻲُّ ﺣَﺮُﻣَﺖْ ﻋَﻄِﻴَّﺘُﻪُ ﻭَﺃَﻧْﻜَﺮَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤَﺠْﻤُﻮﻉِ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭُ ﺍﻟْﻤَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻟْﻜَﺮَﺍﻫَﺔُ ﻟَﺎ ﺍﻟﺘَّﺤْﺮِﻳﻢُ ﻣَﻊَ ، ﺃَﻧَّﻪُ ﻓِﻲ ﺷَﺮْﺡِ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺟَﺮَﻯ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻗَﺎﻟَﻪُ ﺍﻟْﻐَﺰَﺍﻟِﻲُّ ﺍ ﻫـ

ﺇﻋﺎﻧﺔ ﺍﻟﻄﺎﻟﺒﻴﻦ ﺝ ٢ ﺹ ٢٤١
‏( ﻓﺎﺋﺪﺓ ‏) ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ : ﻳﻜﺮﻩ ﺍﻻﺧﺬ ﻣﻤﻦ ﺑﻴﺪﻩ ﺣﻼﻝ ﻭﺣﺮﺍﻡ – ﻛﺎﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺍﻟﺠﺎﺋﺰ . ﻭﺗﺨﺘﻠﻒ ﺍﻟﻜﺮﺍﻫﺔ ﺑﻘﻠﺔ ﺍﻟﺸﺒﻬﺔ ﻭﻛﺜﺮﺗﻬﺎ، ﻭﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﺇﻻ ﺇﻥ ﺗﻴﻘﻦ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ . ﻭﻗﻮﻝ ﺍﻟﻐﺰﺍﻟﻲ : ﻳﺤﺮﻡ ﺍﻻﺧﺬ ﻣﻤﻦ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﺎﻟﻪ ﺣﺮﺍﻡ ﻭﻛﺬﺍ ﻣﻌﺎﻣﻠﺘﻪ : ﺷﺎﺫ . ‏( ﻗﻮﻟﻪ : ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺠﻤﻮﻉ ﺇﻟﺦ ‏) ﻣﺜﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺤﻔﺔ ﻭﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ . ‏( ﻗﻮﻟﻪ : ﻳﻜﺮﻩ ﺍﻻﺧﺬ ‏) ﺃﻱ ﺃﺧﺬ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ . ﻭﻣﺜﻠﻪ ﺍﻟﻤﻌﺎﻣﻠﺔ ﺑﺒﻴﻊ ﺃﻭ ﺷﺮﺍﺀ .

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

3 thoughts on “Bagaimana Dengan Uang Hasil Kerja Di Bank Yang Syariah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *