Jenazah Yang Meninggalkan Tanggungan Hutang Kepada Ahli Warisnya

Pertanyaan : Kaitan dengan jenazah yang meninggalkan tanggungan hutang kepada ahli warisnya, sementara ahli warisnya tidak mau menanggung hutangnya, apakah masih wajib di sholati ? jika tidak di sholati bagaimana dan jika tetap di sholati hukumnya bagaimana ?

( Muhammad Syafiq, Jepara )

Jawaban :
Mayyit yang meninggal dan masih memeliki tanggungan hutang maka hutang tersebut harus dilunasi dari harta peninggalannya, tidak boleh dibagi dulu warisannya. Adapun tanggungan mayyit yang harus didahulukan sesuai urutannya adalah :

1. Membayar hutang
2. Membayar biaya perawatan Jenazah.
3. Kewajiban Haji dan Zakat yang menjadi tanggungannya.
4. Washiyat dari ⅓ harta peninggalannya atau kurang dari ⅓.
5. Membagi warisan.

Tapi apabila Mayyit tidak meninggalkan harta atau hartanya tidak cukup untuk melunasi hutangnya, maka tanggungan hutang tersebut tetap menjadi tanggungannya [kewajiban membayar hutang tidak berpindah kepada Ahli Waris] sampai orang yang memberi hutang merelakan atau Ahli Warisnya melunasinya dengan sukarela, dan dua cara ini adalah perbuatan yang dianjurkan.

Sedangkan mengenai hukum menyolatinya maka apabila ia seorang Muslim maka kita tetap wajib / fardhu kifayah untuk menyolatinya. Kita wajib menyolati mayyit muslim sekalipun ia pelaku dosa besar.

Dalam sebuah Hadits disebutkan :

ﺍَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲَّ . ﺹَ . ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﺗَﻰ ﺑِﺎﻟﺮَّﺟُﻞِِ ﺍﻟْﻤُﺘَﻮَﻓَّّﻰ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺪَّﻳْﻦُ ﻓَﻴَﺴْﺄﻝُ ﻫَﻞْ ﺗَﺮَﻙَ ﻟِﺪَﻳْﻨِـﻪِ ﻓَﻀْﻼ ؟ﻓَﺎِﻥْ ﺣُﺪَِّﺙ ﺍَﻧَّﻪُ ﺗَﺮَﻙَ ﻭَﻓَﺎﺀً ﺻَﻠَّﻰ , ﻭَﺍِﻻَّ ﻗَﺎَﻝ ﻟِﻠْﻤُﺴْـﻠِﻤِﻴْﻦَ ” ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻰ ﺻَﺎﺣِﺒِﻜُﻢْ ” ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭ ﻣﺴﻠﻢ ‏)

Artinya : “Bahwa seorang lelaki yang wafat dalam keadaan berhutang, disampaikan beritanya pada Nabi saw. Maka Nabi menanyakan apakah ia ada meninggalkan kelebihan buat membayar hutangnya. Jika dikatakan bahwa ia ada meninggalkan harta untuk membayarnya, maka beliau menyalatkannya. Jika tidak beliau akan memerintahkan kaum muslimin : ‘Shalatkanlah teman sejawatmu’.

Setiap orang yang mengetahui kematiannya diwajibkan (Fardhu Kifayah) untuk mengurus jenazahnya, termasuk menyolatinya. Apabila tidak ada satupun dari mereka yang menyolati maka mereka semua berdosa. Tapi apabila sudah ada yang menyolatinya, meskipun hanya 1 orang, maka yang lain tidak berdosa meskipun tidak ikut menyolatinya, sebab kewajiban disini sifatnya kolektif / fardhu kifayah.

[Zean Areev]

حاشية إعانة الطالبين ج ٢ ص ٢٢٢
ﻣﺎﺕ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺩﻳﻦ ﻓﻀﻤﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻮﺭﺛﺔ ﻟﻠﻤﺴﺘﺤﻖ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﺻﺢ ﺍﻟﻀﻤﺎﻥ ﺇﺗﻔﺎﻗﺎ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺮﻭﺿﺔ .

ﻏﺎﻳﺔ ﺗﻠﺨﻴﺺ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺹ : ١٤٢
ﻳﻨﺪﺏ ﺃﻥ ﻳﺒﺎﺩﺭ ﺑﻘﻀﺎﺀ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻣﺴﺎﺭﻋﺔ ﻓﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻣﻦ ﺣﺒﺴﻬﺎ ﻋﻦ ﻣﻘﺎﻣﻬﺎ ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ ﻛﻤﺎ ﻭﺭﺩ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﺑﺎﻟﺘﺮﻛﺔ ﺟﻨﺲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﻭ ﻟﻢ ﻳﺴﻬﻞ ﻗﻀﺎﺅﻩ ﺳﺄﻝ ﺍﻟﻮﻟﻲ ﻭﻛﺬﺍ ﺍﻷﺟﻨﺒﻲ ﺍﻟﻐﺮﻣﺎﺀ ﺃﻥ ﻳﺤﺘﺎﻟﻮﺍ ﺑﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺣﻴﻨﺌﺬ ﻓﺘﺒﺮﺃ ﺫﻣﺔ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺑﻤﺠﺮﺩ ﺭﺿﺎﻫﻢ ﺑﻤﺼﻴﺮﻩ ﻓﻲ ﺫﻣﺔ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﻮﻟﻲ ﻭﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺤﻠﻠﻮﺍ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﺗﺤﻠﻴﻼ ﺻﺤﻴﺤﺎ ﻟﻴﺒﺮﺃ ﺑﻴﻘﻴﻦ ﻭﺧﺮﻭﺟﺎ ﻣﻦ ﺧﻼﻑ ﻣﻦ ﺯﻋﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺘﺤﻤﻞ ﺍﻟﻤﺬﻛﻮﺭ ﻻ ﻳﺼﺢ ﻛﺄﻥ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻠﻐﺮﻳﻢ ﺃﺳﻘﻂ ﺣﻘﻚ ﻣﻨﻪ ﺃﻭ ﺃﺑﺮﺋﻪ ﻭ ﻋﻠﻲ ﻋﻮﺿﻪ ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ ﺑﺮﺉ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﻟﺰﻡ ﺍﻟﻤﻠﺘﺰﻡ ﻣﺎ ﺇﻟﺘﺰﻣﻪ … ﻣﺎﺕ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺩﻳﻦ ﺯﺍﺋﺪ ﻋﻠﻰ ﺗﺮﻛﺘﻪ ﻭﻟﻢ ﺗﺮﻫﻦ ﺑﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﺭﻫﻨﺎ ﺇﻻ ﺑﻘﺪﺭﻫﺎ ﻣﻨﻪ ﻓﻘﻂ ﻓﺈﺫﺍ ﻭﻓﻰ ﺍﻟﻮﺍﺭﺙ ﻣﺎ ﺧﺼﻪ ﺃﻭ ﻛﻞ ﺍﻟﻮﺭﺛﺔ ﻗﺪﺭﻫﺎ ﺍﻧﻔﻚ ﻧﺼﻴﺒﻪ ﻓﻲ ﺍﻷﻭﻟﻰ ﻭﻛﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﺮﻫﻨﻴﺔ .

ﺑﻐﻴﺔ ﺍﻟﻤﺴﺘﺮﺷﺪﻳﻦ ﺹ : ١٣٧ – ١٣٨ . ﻟﻮ ﻣﺎﺕ ﻣﻴﺖ ﻭﻋﻠﻴﻪ ﺩﻳﻦ ﻟﻢ ﻳﺠﺐ ﻋﻠﻰ ﻭﻟﻴﻪ ﻗﻀﺎﺅﻩ ﻣﻦ ﻣﺎﻟﻪ ﻓﺈﻥ ﺗﻄﻮﻉ ﺑﺬﻟﻚ ﺗﺄﺩﻯ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻋﻨﻪ

شرح صحيح مسلم
ﻭﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺩﻟﻴﻞ ﻟﻤﻦ ﻳﻘﻮﻝ : ﻻ ﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻰ ﻗﺎﺗﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻟﻌﺼﻴﺎﻧﻪ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﺬﻫﺐ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻭﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ، ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﻭﺍﻟﻨﺨﻌﻲ ﻭﻗﺘﺎﺩﺓ ﻭﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺑﻮ ﺣﻨﻴﻔﺔ ﻭﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭﺟﻤﺎﻫﻴﺮ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ : ﻳﺼﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻭﺃﺟﺎﺑﻮﺍ ﻋﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻢ ﻳﺼﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﺯﺟﺮﺍ ﻟﻠﻨﺎﺱ ﻋﻦ ﻣﺜﻞ ﻓﻌﻠﻪ ، ﻭﺻﻠﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻛﻤﺎ ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻓﻲ ﺃﻭﻝ ﺍﻷﻣﺮ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﻋﻠﻴﻪ ﺩﻳﻦ ﺯﺟﺮﺍ ﻟﻬﻢ ﻋﻦ ﺍﻟﺘﺴﺎﻫﻞ ﻓﻲ ﺍﻻﺳﺘﺪﺍﻧﺔ ﻭﻋﻦ ﺇﻫﻤﺎﻝ ﻭﻓﺎﺋﻪ ، ﻭﺃﻣﺮ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﻘﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ” ﺻﻠﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺻﺎﺣﺒﻜﻢ ” . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻘﺎﺿﻲ : ﻣﺬﻫﺐ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻛﺎﻓﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺴﻠﻢ ﻭﻣﺤﺪﻭﺩ ﻭﻣﺮﺟﻮﻡ ﻭﻗﺎﺗﻞ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻭﻟﺪ ﺍﻟﺰﻧﺎ

بشرى الكريم ص ٤٤٩
(غسله) أي: الميت المسلم الغير الشهيد ولو غريقا وسقطا وقاتل نفسه (وتكفينه والصلاة عليه) وحمله (ودفنه فرض كفاية) إجماعا، إلا قولا للمالكية في غسله أنه سنة على من علم بموته من أقاربه وغيرهم، فإذا فعله واحد منا ولو غير مميز أو ميتا أو غسل الميت نفسه، وكذا لو غسلته الجن عند (م ر) ..سقط الحرج عن الباقين.

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *