Hukum Orang yang Tidak Shalat Tetapi Ikut Berpuasa

Pertanyaan: Salah satu syarat wajib puasa adalah beragama Islam, dalam sebuah hadits disebutkan ukuran kafir tidaknya seseorang dilihat dari shalat atau tidaknya. Bagaimana hukumnya orang yang tidak shalat tetapi ikut menjalankan ibadah puasa?

Jawaban :

Diantara Syarat Sah nya puasa adalah orang yang berpuasa harus beragama Islam, sehingga apabila puasa dilakukan oleh orang yang tidak Islam maka puasa tersebut hukumnya tidak Sah.

Sedangkan mengenai orang yang tidak pernah Shalat tapi ikut berpuasa, maka di sini perlu diketahui bahwa orang yang tidak Shalat terbagi menjadi 2 bagian :

  1. Orang yang tidak Shalat yang dihukumi kafir, yaitu orang meyakini tidak adanya kewajiban Shalat baginya atau mengingkari kewajiban Shalat. Puasa Ramadhan apabila dilakulan oleh orang seperti ini maka hukumnya tidak Sah, sebab ia bukan tergolong Muslim.
  2. Orang yang tidak Shalat yang tidak dihukumi Kafir, yaitu orang yang tidak Shalat karena malas (tidak berkeyakinan seperti yang pertama). Puasa Ramadhan yang dilakukan oleh orang seperti ini hukumnya tetap Sah.(Zean Areev)

NB:

Ketahuilah sesungguhnya seseorang yang sholat, puasa, haji sedangkan tidak berzakat maka Amalan sholat, puasa, haji belum di terima oleh Allah hingga mengeluarkan zakat.

Karena sholat, puasa, zakat dan haji saling berkaitan antara satu dengan yang lain, ketika seseorang mengerjakan sebagian tanpa mengerjakan sebagian yang lain maka sebagian yang di kerjakan belum di terima oleh Allah sampai yang sebagian yang lain di kerjakan dengan sempurna.

 

واعلم أن من صلى وصام وحج ولم يزّك ماله لم يقبل الله له صلاة ولا صياما ولا حجا حتى يخرج الزكاة. وذلك لأن هذه الأشياء مرتبط بعضها ببعض. لا يقبل الله من عامل العمل ببعضها حتى يعمل بها كلها كما ورد ذلك عن الرسول عليه الصلاة والسلام.

النصائح الدينية ص 148


فتح القريب ص 293
 (وتارك الصلاة) المعهودة الصادقة بإحدى الخمس (على ضربين: أحدهما أن يتركها) وهو مكلف (غير معتقد لوجوبها؛ فحكمه) أي التارك لها (حكم المرتد). وسبق قريبا بيان حكمه.
(والثاني أن يتركها كسلا) حتى يخرج وقتها حالَ كونه (معتقدا لوجوبها، فيستتاب؛ فإن تاب وصلى) وهو تفسير للتوبة، (وإلا) أي وإن لم يتب (قتل حدًّا) لا كفرا. (وكان حكمه حكم المسلمين) في الدفن في مقابرهم، ولا يطمس قبره، وله حكم المسلمين أيضا في الغسل والتكفين والصلاة عليه. – والله أعلم.

حاشية المحلي ج 2 ص 76
فَصْلٌ شَرْطُ الصَّوْمِ مِنْ حَيْثُ الْفَاعِلُ (الْإِسْلَامُ) فَلَا يَصِحُّ صَوْمُ الْكَافِرِ أَصْلِيًّا كَانَ أَوْ مُرْتَدًّا. 

(Hasil Bahtsul Masail Tim Kupas Tuntas Masalah Agama Tafaqquh Surakarta, Bab Puasa, pada Selasa, 15 Sya’ban 1439 H/ 01 Mei 2017 M, bertempat di Masjid Al Ma’rifat Grogol, Sukoharjo)

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *