Bolehkah Ayah Meminta Anaknya Untuk Membayarkan Zakat Fitrah?

Pertanyaan: Saya ingin bertanya tentang zakat fitrah. Bagaimana jika seorang ayah yang pergi bekerja keluar negeri dalam suasana bulan puasa dan saat lebaran tidak bisa pulang dan belum bayar zakat, tetapi  sebelum berangkat keluar negeri ayah saya berpesan agar saya yang membayarkan zakat untuk ibu dan 2 adik saya, sementara saya belum berpenghasilan. Apakah boleh dan bagaimana niat dan lafadznya? Mohon bantuan jawabannya. Terimakasih.

Jawaban :

Tanggungan Zakat Ibu (istri) dan kedua anak (apabila masih kecil) adalah tanggung jawab seorang ayah yang merantau. Apabila ayah tersebut meminta anak pertamanya yang sudah dewasa agar membayarkan Zakat mereka, maka hal ini sama saja dengan sang ayah tersebut berhutang atau meminta dengan sukarela agar sang anak pertama tersebut memberinya uang/ beras untuk dibuat Zakatnya Ibu (istrinya) dan kedua anaknya.

Maka Zakat yang dikeluarkan nantinya tetap Sah.

تحفة المحتاج ج ٣ ص ٣٢٥
(كَأَجْنَبِيٍّ أَذِنَ) لِآخَرَ أَنْ يُخْرِجَهَا عَنْهُ فَفَعَلَ فَإِنَّهَا تُجْزِئُهُ إنْ نَوَى الْآذِنُ أَوْ الْمُخْرِجُ بَعْدَ تَفْوِيضِ النِّيَّةِ إلَيْهِ 

حاشية الشرواني ج ٣ ص ٣٢٥
(كَأَجْنَبِيٍّ أَذِنَ) أَيْ فَيَجُوزُ إخْرَاجُهَا عَنْهُ كَمَا فِي غَيْرِهَا مِنْ الدُّيُونِ فَإِنْ لَمْ يَأْذَنْ لَمْ يُجِزْهُ قَطْعًا؛ لِأَنَّهَا عِبَادَةٌ مُفْتَقِرَةٌ إلَى نِيَّةٍ فَلَا تَسْقُطُ عَنْ الْمُكَلَّفِ بِغَيْرِ إذْنِهِ مُغْنِي وَنِهَايَةٌ زَادَ الْإِيعَابُ قَالَ الزَّرْكَشِيُّ وَقِيَاسُهَا عَلَى الدَّيْنِ يَقْتَضِي أَنَّ لِلْمُؤَدِّي الرُّجُوعَ إذَا شَرَطَهُ أَوْ أَطْلَقَ وَكَأَنَّهُ أَقْرَضَهُ إيَّاهُ اهـ قَالَ ع ش قَوْلُهُ م ر فَإِنْ لَمْ يَأْذَنْ لَمْ يُجْزِهِ إلَخْ أَيْ وَإِنْ كَانَ الْمُخْرَجُ عَنْهُ مِمَّنْ يُنْفِقُ عَلَيْهِ الْمُخْرِجُ مُرُوءَةً وَحَيْثُ لَمْ يُجْزِهِ تَسْقُطُ عَمَّنْ أَخْرَجَهَا عَنْهُ وَلَهُ اسْتِرْدَادُهَا مِنْ الْآخِذِ وَإِنْ لَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّهُ أَخْرَجَ عَنْ غَيْرِهِ

Ingin bertanya permasalahan Agama? Kirimkan pertanyaan Anda kepada Tim Asatidz Tafaqquh Nyantri Yuk, klik http://tanya.nyantriyuk.id

BERBAGI YUK!

Silahkan disukai dan dibagikan, insya Allah bernilai ibadah, dan jadikan ladang pahala dalam menginfaqkan ilmu-ilmu Syari'ah. Hamba yang menunjukan kebaikan kepada orang lain maka dia juga akan mendapatkan pahala seperti orang yang melakukan kebaikan tersebut. Syukron :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *